oleh

Akses Lumpuh Total! 40 KK Terisolasi Akibat Longsor di Pamekasan, Siswa Terpaksa Digendong ke Sekolah

banner 468x60

PAMEKASAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memicu terjadinya bencana tanah longsor yang cukup parah. Akibatnya, sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) kini dilaporkan terisolasi setelah akses jalan utama tertutup material tanah dan bebatuan.

Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menghambat akses pendidikan. Pada Sabtu (17/1/2026), momen mengharukan terjadi saat petugas gabungan harus menggendong sedikitnya 10 siswa sekolah dasar agar bisa melewati titik longsor demi tetap bersekolah.

banner 336x280

Kronologi Longsor di Pamekasan

Menurut informasi yang dihimpun, longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan tanpa henti selama beberapa jam. Tebing di sisi jalan tidak kuat menahan beban air hingga ambrol dan menutup akses transportasi satu-satunya bagi warga di pemukiman tersebut.

Baca Juga  Usir Wartawan dari Aula, Wali Kota Bima Muhammad Lutfi Larang Liputan Pelantikan Pejabat

Pihak BPBD Pamekasan mengonfirmasi bahwa tumpukan material longsor cukup tebal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.

Perjuangan Siswa Menuju Sekolah

Pendidikan tetap menjadi prioritas meski di tengah bencana. Mengingat medan yang sangat licin dan berbahaya bagi anak-anak, personel TNI, Polri, dan relawan bersiaga di lokasi.

“Ada sekitar 10 siswa yang harus kami bantu seberangkan dengan cara digendong. Jalannya sangat licin dan berlumpur, terlalu berisiko jika mereka berjalan sendiri,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Dampak dan Upaya Penanganan

Berikut adalah poin utama dampak longsor di wilayah terdampak:

  • Warga Terisolasi: Sebanyak 40 KK kesulitan mendapatkan pasokan logistik karena akses kendaraan terputus.

  • Akses Pendidikan: Siswa harus bertaruh nyawa dan dibantu petugas untuk sampai ke sekolah.

  • Distribusi Logistik: Bantuan mulai diarahkan ke lokasi meski terkendala medan yang berat.

Hingga saat ini, alat berat diharapkan segera tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor. Namun, cuaca yang masih mendung dan potensi hujan susulan menjadi kendala utama dalam proses evakuasi material.

Himbauan bagi Warga

Pemerintah daerah setempat menghimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan meningkat. Warga diminta segera mengungsi ke titik aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah di sekitar hunian mereka.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *