oleh

Berburu Takjil di Cikakak Banjarharjo, Surga Kuliner Nusantara yang Selalu Ramai Saat Ramadan

banner 468x60

BREBES – Tradisi berburu takjil saat Ramadan kembali menghadirkan suasana semarak di Desa Cikakak. Kawasan yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini menjelma menjadi pusat kuliner dadakan yang dipadati warga setiap sore.

Sejak pukul 15.00 WIB, jalan utama desa mulai dipenuhi pemburu takjil. Para pedagang pun langsung membuka lapak dan menyajikan aneka hidangan khas Nusantara. Deretan stan makanan terlihat berjajar rapi, sehingga memudahkan pengunjung memilih menu berbuka puasa.

banner 336x280

Surga Takjil di Perbatasan Jawa Tengah

Lebih lanjut, Kecamatan Banjarharjo terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat. Letaknya yang strategis di wilayah perbatasan membuat kawasan ini selalu ramai, terutama saat momentum Ramadan.

Di sisi lain, para pelaku UMKM secara aktif menghadirkan beragam hidangan. Mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat khas daerah, semuanya tersedia dalam satu kawasan. Keanekaragaman ini pun menjadikan Cikakak sebagai “miniatur kuliner Nusantara” yang mampu menggoda selera siapa saja.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Ramai oleh Pemudik dan Warga Lokal

Tak hanya itu, suasana semakin semarak ketika para pemudik mulai berdatangan. Mereka turut meramaikan kawasan sekaligus menghidupkan kembali interaksi sosial di kampung halaman.

Selain berburu takjil, para pengunjung juga memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi. Bahkan, banyak perantau yang sengaja datang lebih awal untuk bernostalgia dengan suasana Ramadan di desa.

“Setiap tahun pasti ramai, apalagi kalau sudah mendekati waktu berbuka,” ujar salah satu pedagang.

Baca Juga  Lebih dari Sekadar Penjaga Batas Negara: Prajurit TNI Jadi Tumpuan Hidup dan Penyambung Suara Warga Pedalaman Papua

Jalan Utama Dipadati Pemburu Takjil

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, arus lalu lintas di jalan utama desa pun ikut terdampak. Kendaraan terlihat melambat karena padatnya aktivitas jual beli di sepanjang jalan.

Meski demikian, kondisi ini justru menambah daya tarik kawasan tersebut. Warga tampak antusias berburu takjil, sementara para pedagang terus melayani pembeli hingga menjelang waktu berbuka.

Dongkrak Ekonomi Warga

Di sisi ekonomi, ramainya pasar takjil secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pelanggan.

Dengan demikian, Desa Cikakak tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner musiman, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang terus berkembang setiap tahunnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *