
DEIYAI – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Deiyai, Yulita Mote, S.S., secara resmi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pentakosta tahun 2026 kepada seluruh lapisan masyarakat Deiyai serta umat Kristiani yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Tengah pada Sabtu (24/5/2026).
Melalui momentum religius ini, jajaran birokrasi daerah berharap spirit keagamaan dapat memantapkan pilar kondusivitas wilayah.
Momentum Memperkuat Iman dan Persatuan
Dalam pernyataan resminya, Yulita Mote mengemukakan harapan besar agar peringatan Hari Pentakosta tahun ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan mampu menjelma sebagai momentum krusial untuk memperkuat fondasi iman, memupuk kebersamaan, serta membakar kembali semangat pelayanan tulus di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
“Hari Pentakosta mengingatkan kita pada turunnya Roh Kudus yang membawa damai dan persatuan. Semoga nilai-nilai ini menjadi penguat dalam membangun Deiyai yang rukun dan sejahtera,” ujar Yulita Mote secara tertulis kepada media.
Sebagai informasi, Hari Pentakosta sendiri diperingati oleh umat Kristen tepat 50 hari pasca-perayaan Paskah. Hari suci ini menandai rujukan teologis atas peristiwa turunnya Roh Kudus kepada para rasul di bumi. Di wilayah Kabupaten Deiyai, tradisi memperingati hari besar ini jamak dirayakan oleh warga melalui pelaksanaan ibadah bersama secara komunal, doa syafaat, serta pelbagai kegiatan kerohanian di gereja-gereja lokal setempat.
Ajakan Saling Membantu di Tengah Masyarakat
Lebih lanjut, Kadinsos Deiyai juga memanfaatkan momentum ini untuk mengimbau dan mengajak segenap elemen masyarakat agar menjadikan api semangat Pentakosta sebagai daya dorong moral dalam kehidupan praktis sehari-hari. Dirinya menekankan pentingnya aksi nyata saling mengasistensi antar-sesama, menjaga konsistensi sikap toleransi beragama, serta mempererat rajutan tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang sekat perbedaan.
Secara umum, jalannya roda peringatan Hari Pentakosta 2026 di seantero Kabupaten Deiyai dilaporkan berlangsung dengan sangat khidmat, aman, dan penuh kedamaian. Kekhusyukan tersebut terpancar dari rangkaian ibadah yang digelar di berbagai gereja Pantekosta yang tersebar merata di wilayah administratif Kabupaten Deiyai. (Jer/JD)

















Komentar