BEKASI – Duka mendalam menyelimuti kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Gunungan sampah di Zona 4 dilaporkan mengalami longsor hebat yang mengakibatkan tiga orang kehilangan nyawa akibat tertimbun material sampah pada Minggu (8/3/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas di area pembuangan sampah sedang berlangsung. Tingginya tumpukan sampah ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu diduga menjadi faktor utama tidak stabilnya struktur gunungan sampah di zona tersebut.

Kronologi Kejadian di Zona 4

Menurut informasi yang dihimpun, longsoran sampah terjadi dengan volume yang cukup besar, menutup area kerja di bawahnya dalam sekejap. Tiga orang yang berada di lokasi saat kejadian tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material sampah yang sangat padat.

Upaya pencarian dan evakuasi segera dilakukan oleh petugas lapangan dengan bantuan alat berat. Namun, setelah proses pencarian yang berlangsung beberapa jam, ketiga korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Identitas dan Proses Evakuasi

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap ketiga korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Jenazah para korban telah dievakuasi dari timbunan sampah dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani prosedur medis dan identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa tanda-tanda pergeseran tanah sampah sempat terlihat sebelum longsor besar terjadi, namun kecepatan pergerakan material membuat evakuasi mandiri sulit dilakukan.

Evaluasi Keamanan Area TPA

Tragedi ini kembali memicu sorotan mengenai standar keamanan dan kapasitas daya tampung di TPA Bantargebang, khususnya di zona-zona yang sudah memiliki ketinggian ekstrem. Pemerintah Kota Bekasi dan pihak pengelola diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap stabilitas gunungan sampah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian di Zona 4, dan aktivitas pembuangan di titik tersebut dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan dan pengamanan area.

Warga dan para pekerja diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi pergerakan massa sampah, terutama saat memasuki musim penghujan yang membuat beban gunungan sampah menjadi jauh lebih berat dan licin.