BEKASI – Polres Metro Bekasi mengungkap motif di balik kasus penculikan seorang bocah di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang belakangan menggegerkan masyarakat. Pelaku diketahui nekat membawa kabur korban karena persoalan hubungan asmara dengan ibu korban.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi dalam konferensi pers menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika korban diminta keluarganya membeli tabung gas di warung dekat rumah. Namun hingga beberapa jam kemudian, korban tidak kunjung kembali.

“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan penyelidikan dan penelusuran keberadaan korban,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Bekasi kepada wartawan.

Pelaku Ditangkap di Bandung

Hasil penyelidikan mengarah pada keberadaan pelaku di luar wilayah Bekasi. Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku bersama korban di dalam sebuah bus antarkota di kawasan Bandung, Jawa Barat.

“Pelaku berhasil kami amankan di dalam bus rute Bandung–Merak. Saat diamankan, korban berada bersama pelaku dan dalam kondisi selamat,” jelasnya.

Korban selanjutnya langsung dibawa kembali ke Bekasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan mendapatkan pendampingan.

Motif Penculikan

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyebut penculikan dilakukan karena pelaku ingin menekan ibu korban agar kembali menjalin hubungan pribadi dengannya.

“Motifnya adalah masalah asmara. Pelaku ingin memaksa ibu korban agar mau kembali menjalin hubungan, sehingga anak dijadikan alat ancaman,” ungkap pihak kepolisian.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga diduga sempat menakut-nakuti korban dengan senjata tajam agar menuruti perintahnya.

Ancaman Hukuman

Atas perbuatannya, pelaku kini telah ditahan dan dijerat dengan pasal penculikan anak sesuai ketentuan KUHP, dengan ancaman hukuman penjara di atas 10 tahun.

“Karena korbannya adalah anak di bawah umur, ancaman hukumannya diperberat. Saat ini proses penyidikan masih terus kami dalami,” tegas Kasatreskrim.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak dan segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.