oleh

Miris! Hanya 1 KM dari Kantor Bupati, Warga Sarkawana Pandeglang Patungan Aspal Jalan yang 30 Tahun Dibiarkan Rusak

banner 468x60

PANDEGLANG – Pemandangan miris terlihat di tengah Kabupaten Pandeglang. Hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pusat pemerintahan daerah, warga Kampung Sarkawana, RT 03/RW 05, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, justru harus patungan uang dan tenaga untuk memperbaiki jalan yang selama puluhan tahun mereka nantikan.

Jalan yang menghubungkan Kelurahan Cilaja dengan Kelurahan Pandeglang itu selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas warga. Namun kondisi rusak membuat mobilitas sehari-hari tersendat.

banner 336x280

Merasa terlalu lama menunggu, warga akhirnya bergerak sendiri. Mereka bergotong royong mengaspal jalan secara swadaya sepanjang sekitar satu kilometer.

30 Tahun Tak Pernah Disentuh Pemerintah

Ketua RW 05 Kampung Sarkawana, Abdurrahman, mengatakan perbaikan swadaya dilakukan karena warga sudah berkali-kali mengusulkan ke pemerintah, namun tak kunjung terealisasi.

Baca Juga  BGN Turun Tangan, Kepala Badan Gizi Nasional Investigasi Dugaan Makanan Berbelatung di Pandeglang

“Kurang lebih 30 tahun jalan ini tidak pernah ada sentuhan dari pemerintah. Sudah diusulkan ke mana-mana, tapi tidak ada hasil. Akhirnya kami bergerak sendiri, gotong royong dan swadaya,” kata Abdurrahman, Jumat 28/8/2026.

Ironisnya, lokasi jalan itu hanya sekitar satu kilometer dari kantor pemerintahan Kabupaten Pandeglang.

“Jaraknya paling sekitar satu kilometer dari kantor kabupaten, tapi selama 30 tahun belum pernah dibangun,” ujarnya.

Lebih Baik Swadaya Daripada Demo

Bagi warga, ini bukan sekadar jalan rusak. Dekat dengan pendopo bupati tapi tak diperhatikan, kekecewaan makin dalam.

Baca Juga  Akses Vital di Cikedal Dipagari Kawat Berduri, Siswa SD Terluka dan Menangis Saat Berangkat Sekolah

Abdurrahman menegaskan, aksi swadaya bukan cari sensasi. Warga sudah lelah menunggu dan tak ingin berujung demo yang berbiaya dan berisiko.

“Kalau demo ke kantor kabupaten makan biaya, tenaga, bahkan bisa benturan dengan aparat. Lebih baik kami bangun jalan sendiri. Ini lebih menusuk, biar pemerintah tergugah hatinya,” katanya.

Warga tak berhenti di satu kilometer. Mereka menargetkan perbaikan hingga tiga kilometer dengan dana patungan.

Kisah warga Sarkawana ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Pandeglang. Di saat pembangunan digembar-gemborkan, warga di jantung kota justru harus membangun jalannya sendiri.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *