BEKASI – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya sejak semalam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat setidaknya empat kecamatan terendam air, memaksa petugas melakukan evakuasi terhadap ratusan warga yang terjebak di dalam rumah.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD, luapan air mulai memasuki pemukiman warga setelah debit air di hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas meningkat tajam. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan lokal yang cukup ekstrem di area perkotaan Bekasi.

Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi mengungkapkan bahwa sebanyak 102 Kepala Keluarga (KK) telah berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. “Kami fokus pada penyelamatan warga, terutama lansia dan anak-anak. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang terdampak cukup signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Adapun empat kecamatan di Kota Bekasi yang terendam banjir meliputi:

  1. Kecamatan Jatiasih: Meliputi area rawan seperti Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) dan Vila Jatirasa.

  2. Kecamatan Bekasi Timur: Titik banjir terpantau di Gang Kali Maya dan pemukiman di bantaran kali.

  3. Kecamatan Bekasi Selatan: Beberapa titik di Kelurahan Jakasetia mulai tergenang.

  4. Kecamatan Bekasi Utara: Wilayah Teluk Pucung menjadi salah satu titik dengan kenaikan air yang cukup cepat.

Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai lebih dari 1 meter di titik-titik terendah.

 Selain mengevakuasi warga, pemerintah setempat melalui BPBD dan dinas terkait telah menyiagakan perahu karet serta bantuan logistik. Dapur umum juga mulai didirikan untuk melayani kebutuhan makan para pengungsi.

Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, dapat segera menghubungi call center tanggap bencana Kota Bekasi.

 Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus melakukan pemantauan debit air Kali Bekasi. Meskipun di beberapa titik air dilaporkan mulai berangsur surut, status siaga tetap diberlakukan untuk mengantisipasi kiriman air dari wilayah hulu.