oleh

Temukan Buah Busuk, Legislator Banten Sebut Menu Makan Bergizi Gratis Tak Sesuai Standar Kesehatan

banner 468x60

SERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja digulirkan mendapat kritik tajam dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa dan ibu hamil di wilayah Banten yang dinilai jauh dari standar kesehatan dan gizi.

Politisi PPP tersebut menyatakan bahwa alih-alih memberikan perbaikan nutrisi, pelaksanaan di lapangan justru berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat.

banner 336x280

Temuan Buah Busuk dan Makanan Berjamur

Dalam keterangannya, Musa memaparkan fakta pahit yang ditemukan di lapangan. Ia menyebutkan adanya paket makanan yang berisi komponen tidak layak konsumsi.

“Kami menemukan buah-buahan busuk, serta kurma yang kering dan berjamur. Ini sangat ironis, program yang tujuannya meningkatkan gizi justru memberikan makanan yang membahayakan kesehatan,” tegas Musa Weliansyah dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga  Sadis! Ngaku Debt Collector, Pria di Banten Nekat Tusuk Perut Pengacara Saat Tarik Paksa Mobil

Musa menilai kualitas makanan yang rendah tersebut sangat janggal mengingat anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk program ini sangat besar.

Dugaan Mark-up dan Kerugian Negara

Tak hanya soal kualitas gizi, Musa juga menyoroti adanya ketidakefektifan skema distribusi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menemukan praktik di mana jatah makanan diberikan sekaligus untuk tiga hari, padahal biaya operasional dan sewa dapur dianggarkan secara harian.

“Jika makanan diberikan untuk tiga hari, muncul pertanyaan besar: dikemanakan biaya sewa dapur dan operasional untuk dua hari sisanya? Ini bukan sekadar teknis, tapi ada potensi kerugian negara yang nyata,” tambahnya.

Baca Juga  Milad ke-5 GemaBanten.com: Konsisten Suarakan Fakta dan Aspirasi Publik di Era Digital

Berdasarkan analisisnya, terdapat dugaan penggelembungan harga atau mark-up rata-rata sebesar Rp2.000 per siswa dibandingkan dengan harga pasar.

Desakan Evaluasi Badan Gizi Nasional

Musa menyayangkan sikap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap hanya memberikan laporan formalitas kepada Presiden tanpa melihat fakta di lapangan. Ia mendesak agar program ini segera dievaluasi total sebelum menjadi ajang “bancakan” atau korupsi berjamaah oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“BGN jangan hanya setor muka di Jakarta. Turun ke bawah, lihat apa yang dimakan anak-anak kita. Jangan sampai anggaran APBN habis untuk makanan yang tidak layak konsumsi,” tutupnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *