BOGOR – Fenomena peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), khususnya gelandangan dan pengemis, kembali terjadi di Kota Bogor selama bulan suci Ramadhan 2026. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor mengonfirmasi adanya kenaikan intensitas kehadiran mereka di sejumlah titik keramaian.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Dani Rahadian, menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan, jumlah tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Faktor Musiman dan Pendatang Luar Kota

Menurut Dani Rahadian, peningkatan ini merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi saat bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. Banyak dari mereka yang mencoba peruntungan di Kota Hujan karena meningkatnya kedermawanan masyarakat selama bulan suci.

“Memang ada peningkatan selama Ramadhan ini, namun peningkatannya tidak terlalu signifikan. Tim kami di lapangan terus memantau pergerakan mereka di titik-titik rawan,” ujar Dani Rahadian dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar gelandangan dan pengemis yang terjaring merupakan warga pendatang dari luar wilayah Kota Bogor yang sengaja datang untuk mencari penghasilan tambahan melalui belas kasihan warga.

Langkah Penertiban dan Pembinaan

Menanggapi kondisi tersebut, Dinsos Kota Bogor bersama Satpol PP terus mengintensifkan patroli rutin. Penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kami tidak hanya menertibkan, tetapi juga melakukan pendataan. Bagi mereka yang terjaring, akan dilakukan asesmen. Jika berasal dari luar kota, kami akan berkoordinasi dengan daerah asal untuk pemulangan,” tambah Dani.

Pihak Dinsos juga mengimbau kepada masyarakat agar menyalurkan bantuan atau sedekah melalui lembaga resmi seperti Baznas atau lembaga amil zakat lainnya. Hal ini bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran dan tidak memicu semakin menjamurnya PMKS di jalanan protokol Kota Bogor.

Titik Pantau Utama

Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan tim gabungan antara lain kawasan Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, area seputar Kebun Raya Bogor, hingga jembatan penyeberangan orang (JPO). Dinsos memastikan akan terus bersiaga hingga malam takbiran guna mengantisipasi lonjakan PMKS yang biasanya memuncak di akhir Ramadhan.