JAKARTA – Pemerintah bersama Korlantas Polri resmi menerapkan skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 1447 H. Skema yang meliputi One Way (satu arah), Contraflow (lawan arus), dan Ganjil Genap (Gage) mulai diberlakukan secara situasional di titik-titik krusial Tol Trans Jawa.

Langkah ini diambil menyusul prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret 2026. Berikut adalah rincian jadwal dan titik pemberlakuan rekayasa lalu lintas:

1. Sistem One Way (Satu Arah)

Sistem satu arah akan diberlakukan mulai dari Tol Cipali hingga Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. Skema ini bertujuan untuk menarik arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur secara maksimal.

  • Arus Mudik: Berlaku mulai H-5 Lebaran secara periodik pada jam-jam padat (biasanya pagi hingga malam hari).

  • Arus Balik: Akan diterapkan dari arah Semarang menuju Jakarta pada H+3 hingga H+7 Lebaran.

2. Sistem Contraflow (Lawan Arus)

Untuk mengurai kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek (Jape) hingga Cipali, petugas menerapkan contraflow di lajur kanan secara bertahap.

  • Titik Fokus: Km 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 72 Tol Cipali.

  • Catatan: Skema ini bersifat sangat dinamis tergantung pada volume capacity ratio (VCR) kendaraan yang melintas. Pemudik diimbau tetap berada di jalur utama jika tidak ingin keluar di pintu tol antara Km 47 – Km 72.

3. Ganjil Genap (Gage) Mudik

Sistem ganjil genap tetap menjadi instrumen utama untuk membatasi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke ruas tol utama.

  • Ketentuan: Kendaraan dengan plat nomor akhiran ganjil hanya boleh melintas pada tanggal ganjil, begitu pula sebaliknya.

  • Pengawasan: Korlantas Polri memaksimalkan penggunaan kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk menindak pelanggar secara otomatis guna menghindari antrean di gerbang tol.

Tips Bagi Pemudik

Korlantas Polri memberikan beberapa imbauan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh:

  • Update Info Real-Time: Pantau aplikasi Google Maps atau media sosial NTMC Polri secara berkala karena jadwal rekayasa lalu lintas bisa berubah sewaktu-waktu sesuai diskresi kepolisian.

  • Kesiapan Kendaraan: Pastikan saldo e-Toll cukup dan kondisi kendaraan prima guna menghindari hambatan di tengah kemacetan.

  • Manfaatkan Rest Area: Jangan memaksakan diri jika mengantuk. Segera beristirahat untuk menghindari risiko kecelakaan yang kerap meningkat saat musim mudik.

Penerapan rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat meminimalisir waktu tempuh dan menjaga kelancaran distribusi logistik serta pergerakan masyarakat menuju kampung halaman.