oleh

Puluhan Pedagang Kecil Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Tolak Keras Relokasi ke Pasar

banner 468x60

CILEGON — Puluhan pedagang kecil yang biasa mengais rezeki di kawasan Bonakarta, Kota Cilegon, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu (14/10/2026). Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap kebijakan sterilisasi dagang di kawasan Bonakarta serta rencana pemindahan paksa (relokasi) ke Pasar Kranggot dan Pasar Krenceng.

Pantauan di lokasi, massa aksi yang didominasi pedagang asongan dan kuliner keliling tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon. Dalam orasinya, para pedagang menegaskan keberatan mereka karena relokasi tersebut dinilai akan mematikan mata pencaharian mereka secara perlahan.

banner 336x280

Relokasi ke Pasar Dinilai Bukan Solusi yang Tepat

Para pedagang berpendapat bahwa memindahkan pedagang jalanan ke dalam pasar tradisional adalah keputusan keliru yang mengabaikan karakteristik usaha mereka. Sebagian besar dari mereka merupakan pedagang asongan dan keliling yang tidak menetap, seperti penjual es, cilok, dan mainan anak-anak.

Baca Juga  Kades Kandawati Dicap "Buta dan Tuli", PWGK-KRESEK: Rakyat Swadaya Perbaiki Jalan, Pemdes Malah Angkuh!

Mereka khawatir jika dipaksa masuk ke dalam area pasar yang sudah padat, mereka akan kehilangan akses langsung ke segmen pelanggan setia yang biasa beraktivitas di Bonakarta. Akibatnya, pendapatan harian mereka diproyeksikan akan merosot tajam dan mempersulit kelangsungan hidup keluarga mereka.

Koordinator lapangan aksi, Hairul, menyayangkan kebijakan pelarangan ini dan menyebut langkah Wali Kota Cilegon, Robinsar, sebagai tindakan yang kurang berpihak pada rakyat kecil. Menurutnya, keputusan tersebut sangat sepihak dan minim dialog sebelum diputuskan secara sepihak.

“Kami ini hanya pedagang kecil, cuma jualan es, jualan cilok untuk menghidupi anak istri kami. Di mana hati nurani pemerintah?” teriak Hairul dalam orasinya di hadapan massa aksi.

Baca Juga  Cegah Fraud, Pemprov Banten Perketat Pengawasan Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Hairul berharap Wali Kota Robinsar mau meninjau ulang kebijakan relokasi tersebut dan mencari jalan tengah yang tidak mengorbankan nasib wong cilik. Para pedagang menyadari bahwa Pemkot Cilegon saat ini tengah melakukan penataan lingkungan dan pembangunan taman di Bonakarta. Namun, mereka menegaskan bahwa upaya mempercantik kota seharusnya tidak mengorbankan hajat hidup masyarakat miskin.

Mereka menuntut solusi alternatif yang humanis, seperti penataan lapak yang tertib di kawasan Bonakarta yang sedang direvitalisasi, ketimbang mengusir paksa ke pasar.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih terus berlangsung dengan kondusif namun dipenuhi keprihatinan. Belum ada satu pun pejabat berwenang dari Pemerintah Kota Cilegon yang keluar menemui massa untuk memberikan penjelasan atau menanggapi aspirasi para pedagang kecil tersebut.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *