JAKARTA – Gelombang pergerakan masyarakat yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik untuk jalur ini akan jatuh pada hari Rabu (18/3/2026) besok.

Berdasarkan data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT), volume lalu lintas yang mengarah ke Merak melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa tercatat sudah mulai merangkak naik sejak awal pekan ini. Hingga Senin (16/3/2026), tercatat sebanyak 48.217 kendaraan melintas, naik sekitar 3,33 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di angka 46.665 kendaraan.

“Kendaraan pemudik yang melewati Gerbang Tol Cikupa arah Merak mengalami kenaikan. Kami memprediksi peningkatan volume lalu lintas yang lebih besar masih akan terjadi pada puncak arus mudik esok hari,” ujar Widiyatmiko Nursejati, Senior General Manager JMT, dalam keterangan resminya.

Imbauan bagi Pengguna Jalan Menyikapi potensi kemacetan parah atau “macet horor” di jalur menuju Merak, pihak Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk melakukan persiapan matang sebelum memulai perjalanan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  1. Kesiapan Kendaraan dan Fisik: Memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta kondisi pengemudi yang prima.

  2. Logistik Perjalanan: Memastikan kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan saldo uang elektronik (e-toll) untuk menghindari hambatan di gerbang tol.

  3. Satu Kartu untuk Satu Kendaraan: Pengguna jalan diminta menggunakan kartu elektronik yang sama saat melakukan transaksi di gerbang masuk maupun keluar, terutama untuk sistem transaksi tertutup.

Peningkatan volume kendaraan ini dipicu oleh banyaknya masyarakat yang memilih mudik lebih awal menggunakan kendaraan pribadi demi menghindari kepadatan di hari-hari mendekati Lebaran. Namun, dengan prediksi puncak arus besok, koordinasi antar instansi seperti kepolisian dan pengelola pelabuhan terus diperketat guna mengantisipasi antrean panjang di akses menuju dermaga.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas dan kondisi jalan tol melalui kanal resmi Jasa Marga atau aplikasi navigasi untuk merencanakan waktu keberangkatan yang lebih efisien.