
BREBES – Momen pergantian tahun baru, Kamis (1/1/2026), yang seharusnya penuh sukacita, justru diwarnai aksi protes oleh warga di Kabupaten Brebes. Warga Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, menyuarakan kekecewaan mendalam terkait kondisi infrastruktur jalan poros desa yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perhatian pemerintah daerah.
Kerusakan jalan yang menghubungkan Pedukuhan Danareja menuju pusat Desa Luwungbata ini dinilai sudah sangat memprihatinkan. Kondisi jalan yang berlubang besar layaknya kubangan kerbau semakin parah akibat guyuran hujan di awal tahun.
Salah satu warga setempat, Doni (30), menyampaikan keluhannya secara terbuka yang ditujukan langsung kepada Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Dalam sebuah video yang beredar, ia memperlihatkan kondisi jalan yang tergenang air cukup dalam.
“Bupati, ini sudah tahun 2026, jalan akses dari Danareja ke Luwungbata kondisinya masih seperti ini saja. Ini airnya bisa buat nawu (menguras air). Tolong direspon Bupati,” ujar Doni dengan nada kecewa.
Akses Vital Pertanian Lumpuh
Jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung antar-dusun, melainkan akses vital bagi perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Wahyu, seorang petani setempat, mengeluhkan sulitnya mengangkut hasil panen akibat medan jalan yang hancur.

“Rusaknya sudah lama, tapi belum ada perbaikan. Kalau musim penghujan seperti ini akses jalannya susah, licin, dan berbahaya,” ungkap Wahyu.
Selain menghambat aktivitas pertanian, kerusakan jalan yang juga menghubungkan wilayah Kecamatan Tanjung dengan Kecamatan Losari ini membahayakan keselamatan pengguna jalan karena rawan kecelakaan.
Respons Pemerintah Desa
Menanggapi protes warganya, Kepala Desa Luwungbata, Sugani, mengaku tidak tinggal diam. Pihak pemerintah desa mengklaim telah berulang kali mengajukan usulan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.
“Kami sudah sering kali mengusulkan perbaikan di ruas jalan tersebut. Namun, sampai saat ini memang belum ada realisasinya,” jelas Sugani saat dikonfirmasi.
Warga berharap di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Brebes dapat lebih peka dan segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya akses pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.









Tinggalkan Balasan