
BREBES — Potensi ekonomi komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes terus mendapat perhatian serius di tingkat nasional. Anggota DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengungkapkan bahwa bawang merah Brebes kini memiliki nilai ekonomi yang luar biasa (“cuan” fantastis) seiring dengan melonjaknya permintaan pasar ekspor.
Dalam kunjungan kerjanya, Titiek menekankan bahwa Brebes bukan hanya sekadar lumbung bawang nasional, tetapi sudah menjadi pemain kunci di pasar internasional. Namun, ia juga memberikan catatan khusus mengenai infrastruktur pendukung, terutama optimalisasi gudang pendingin atau cold storage.
Lonjakan ekspor bawang merah menjadi indikator kuat bahwa kualitas hasil tani dari petani Brebes semakin diakui dunia. Titiek menyebutkan bahwa peluang ini harus ditangkap dengan manajemen pasca-panen yang lebih modern agar harga di tingkat petani tetap stabil dan tidak anjlok saat panen raya tiba.
“Potensi keuntungannya sangat besar. Ekspor yang melonjak ini membuktikan bahwa bawang Brebes adalah komoditas unggulan yang harus terus didorong,” ungkapnya.
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan Titiek Soeharto adalah ketersediaan dan efektivitas cold storage. Teknologi ini dinilai sebagai kunci untuk memutus mata rantai kerugian petani saat harga pasar sedang turun.

Dengan cold storage, bawang merah dapat disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya, sehingga petani tidak terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah. Titiek mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan fasilitas ini benar-benar berfungsi maksimal dan dapat diakses dengan mudah oleh kelompok tani di Brebes.
Dengan dukungan teknologi penyimpanan yang memadai dan akses pasar ekspor yang semakin luas, kesejahteraan petani Brebes diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Optimalisasi sektor ini juga diprediksi akan memperkuat posisi Brebes sebagai daerah penopang ekonomi di Jawa Tengah.
Laporan: Armin









Tinggalkan Balasan