BREBES – Musibah banjir besar melanda wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari (26/3/2026). Akibat meluapnya Sungai Babakan, kawasan ini mengalami banjir terdalam dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan pemukiman warga terendam dan jalur transportasi nasional lumpuh total.

Kronologi dan Penyebab Utama

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Rabu (25/3) sore mengakibatkan debit air Sungai Babakan meningkat tajam. Sekitar tengah malam, air mulai melimpas ke pemukiman dan jalan raya utama.

Camat Ketanggungan, Nuridin, mengonfirmasi bahwa pemicu utama bencana ini adalah sedimentasi atau pendangkalan sungai yang sudah sangat serius. “Sedimentasi sudah cukup parah, sehingga hujan sebentar saja air sering melimpas,” ungkapnya. Saat ini, warga sangat berharap rencana pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera terealisasi untuk mencegah kejadian serupa.

Dampak Masif di Desa Dukuhturi dan Sekitarnya

Laporan terbaru dari Sekretaris Desa Dukuhturi, Bapak Poniran, menyebutkan bahwa wilayahnya mengalami dampak yang sangat signifikan. Ketinggian air di pemukiman bervariasi mulai dari 50 cm hingga mencapai 1,70 meter.

Data wilayah terdampak di Desa Dukuhturi meliputi:

  • RW 01: Seluruh wilayah (8 RT) terendam, mencakup 550 rumah dan 690 KK.

  • RW 02: Seluruh wilayah (8 RT) terendam, mencakup 574 rumah dan 709 KK.

  • RW 03: Sebagian wilayah (4 RT) terendam, mencakup 265 rumah dan 310 KK.

Selain Dukuhturi, banjir juga meluas ke desa-desa tetangga seperti Desa Buara, Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, Baros, Kubangwungu, Ketanggungan, Karangmalang, hingga Padakaton.

Jalur Purwokerto-Jakarta Lumpuh Total

Banjir juga melumpuhkan akses vital di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari depan Masjid Jami hingga kawasan Ciremai. Di pertigaan Lampu Merah Ketanggungan, ketinggian air yang mencapai 1,30 meter membuat jalur ini tidak dapat dilalui kendaraan.

Arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Purwokerto maupun sebaliknya kini lumpuh total. Kendaraan dari arah Kersana diinstruksikan untuk putar balik, sementara banyak kendaraan roda dua yang mogok akibat nekat menerjang arus. Warga dan petugas terus berjaga agar pengendara tidak memaksakan diri melewati titik-titik berbahaya.

Antisipasi dan Imbauan Petugas

Pihak kecamatan mulai mengantisipasi kiriman air yang diprediksi akan terus mencapai wilayah perkotaan dalam waktu singkat. Petugas di lapangan masih berupaya melakukan pengaturan arus lalu lintas dan pengalihan jalur guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada, mengurangi kecepatan saat berkendara di area sekitar genangan, serta mengikuti arahan petugas di lokasi demi menghindari jatuhnya korban jiwa.

Pewarta: Dedi Djunaedi