BREBES – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bergerak cepat merespons bencana banjir yang merendam wilayah Kecamatan Ketanggungan sejak Rabu malam (25/3/2026). Sebagai langkah antisipasi munculnya penyakit pascabencana, Dinkesda menyiagakan tim medis untuk melakukan layanan kesehatan dengan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga terdampak.

Langkah ini diambil mengingat akses warga menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas sempat terhambat akibat genangan air yang mencapai ketinggian hingga 170 sentimeter di beberapa titik.

Fokus pada Kelompok Rentan

Dalam aksi jemput bola ini, para tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Ketanggungan dan Puskesmas terdekat menyisir pemukiman warga menggunakan perahu karet maupun dengan berjalan kaki menembus genangan. Fokus utama layanan ini adalah pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, serta balita.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang jatuh sakit tanpa penanganan medis yang cepat. Melalui layanan jemput bola ini, kami mendatangi langsung warga yang masih bertahan di rumah maupun yang berada di titik pengungsian,” ujar salah satu petugas medis di lokasi.

Penyediaan Obat-obatan dan Edukasi

Selain melakukan pemeriksaan fisik, tim Dinkesda juga mendistribusikan obat-obatan dasar, vitamin, serta salep kulit untuk mengobati penyakit yang umum muncul saat banjir, seperti gatal-gatal (kutu air) dan diare.

Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan air konsumsi di tengah kondisi banjir guna mencegah penularan penyakit menular. Dinkesda Brebes menegaskan bahwa seluruh posko kesehatan di wilayah terdampak akan tetap disiagakan selama 24 jam hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Sinergi Penanganan Bencana

Aksi layanan kesehatan ini dilakukan secara terintegrasi dengan Tim SAR Gabungan, BPBD, dan unsur TNI-Polri yang tengah fokus pada evakuasi warga. Berdasarkan data terkini, banjir yang dipicu oleh luapan Sungai Babakan ini merendam sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Ketanggungan, termasuk Desa Karangmalang, Dukuhturi, dan Padakaton.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan memastikan ketersediaan logistik medis mencukupi selama masa tanggap darurat bencana ini berlangsung. (kdj)