MEDAN – Aksi kriminalitas jalanan yang dilakukan oleh kelompok spesialis pencuri material kendaraan atau “Rayap Besi” kembali meneror para sopir logistik di kawasan Belawan, Kota Medan. Kali ini, para pelaku menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan melancarkan aksinya secara terang-terangan terhadap truk kontainer yang sedang membelah kepadatan lalu lintas.

Rekaman video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan pemandangan miris: seorang pria nekat bergelantungan dan berusaha melepas paksa bagian kerangka besi dari truk yang masih melaju. Aksi nekat ini dilakukan tanpa rasa takut meskipun disaksikan oleh puluhan pengendara lain di siang bolong.

Sopir Terjebak dalam Dilema Keamanan

Dalam video tersebut, sopir truk tampak tidak berdaya dan memilih untuk terus melajukan kendaraannya meski menyadari armadanya sedang dijarah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para sopir biasanya memilih tidak berhenti karena ancaman keselamatan yang lebih besar.

“Sopir seringkali merasa terancam. Jika berhenti untuk melakukan perlawanan, mereka berisiko menjadi korban pengeroyokan oleh komplotan pelaku yang biasanya sudah bersiaga di sekitar lokasi,” ungkap salah satu sumber di lapangan.

Ancaman Nyata bagi Keselamatan Publik

Praktik “Rayap Besi” ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan ancaman serius bagi keselamatan publik di jalan raya. Ada dua faktor krusial yang membuat situasi ini masuk kategori merah:

  1. Risiko Tabrakan Beruntun: Truk tidak mungkin melakukan pengereman mendadak di tengah arus padat karena berpotensi memicu kecelakaan fatal bagi kendaraan di belakangnya.

  2. Degradasi Keamanan: Pelaku beraksi seolah kebal hukum meski direkam oleh kamera warga, yang menunjukkan rendahnya efek jera di kawasan tersebut.

Desakan Penindakan Tegas di Belawan

Unggahan video ini memicu gelombang kecaman dari warganet yang menuntut tindakan nyata dari aparat penegak hukum. Kawasan Belawan sebagai gerbang logistik utama di Sumatera Utara seharusnya menjadi prioritas pengamanan ketat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait identitas pelaku maupun laporan resmi dari pihak perusahaan logistik yang menjadi korban. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pengusaha armada untuk meningkatkan pengamanan tambahan pada kendaraan mereka saat melintasi jalur-jalur rawan di wilayah Belawan, terutama pada jam-jam sibuk.