oleh

Lusiana Coffee and Eatery, Mimpi Lama yang Menjelma Rasa Kampung Halaman

banner 468x60

CIKARANG — Di tengah padatnya kawasan Lippo Cikarang, sebuah kafe hadir membawa rasa yang tak sekadar mengenyangkan, tapi juga menghangatkan ingatan. Namanya Lusiana Coffee and Eatery, beralamat di Ruko Hive Cendana Spark No. 139, Lippo Cikarang, Bekasi.

Bagi pemiliknya, Kiki Lusiana Dewi, kafe ini bukan hasil ide nekat sesaat. Ia lahir dari mimpi lama yang dipelihara dengan kegigihan. Perempuan muda inspiratif ini akhirnya berani mewujudkan keinginannya membangun usaha kuliner yang mengedepankan rasa otentik dan kenyamanan.

banner 336x280
Lusiana Coffee and Eatery | Foto: Tim Kuliner

Tim Pojok Daily berkesempatan menyambangi langsung Lusiana Coffee and Eatery dan berbincang eksklusif dengan Lusi (Panggilan akrabnya). Dari obrolan santai itu, tergambar jelas bahwa kafe ini dibangun dengan hati.

“Ini mimpi lama,” ujar Lusi singkat, ketika ditanya soal awal mula berdirinya Lusiana Coffee and Eatery.

Baca Juga  Cadangan BBM RI Disebut Hanya 20 Hari, Bahlil: Masalahnya di Storage, Bukan Stok

Soal menu, Lusiana punya dua jagoan yang paling sering bikin pelanggan datang kembali: nasi langgi dan butterscotch. Meski begitu, Lusi enggan memilih satu menu terbaik.

“Enggak bisa pilih satu, karena semua menu di sini otentik,” katanya.

Menariknya, Lusi tak mengklaim adanya rahasia dapur khusus. Menurutnya, kunci rasa konsisten justru terletak pada disiplin.

“Enggak ada rahasia. Semua harus sesuai SOP,” ujarnya tegas.

Perjalanan membangun Lusiana Coffee and Eatery tentu tak selalu manis. Lusi mengakui pernah melewati masa sepi. Namun ia memilih bertahan, bangkit perlahan, dan terus beradaptasi. Dukungan pelanggan dan kekuatan tim menjadi penyemangat utama.

Lusiana Coffee and Eatery | Foto: Tim Kuliner

Sejauh ini, komentar pelanggan justru banyak bernada positif. Tak ada kritik pedas yang ia terima. Mayoritas pengunjung memuji suasana kafe yang nyaman serta menu yang dinilai cocok di berbagai lidah.

Baca Juga  Rahasia Omzet Melejit Rp1 Juta Per Hari: Kisah Ken, Penjual Ketoprak "Sleding Pagar" Viral di Bogor!

Peran media sosial juga diakui sangat membantu memperkenalkan Lusiana Coffee and Eatery ke publik. “Alhamdulillah, media sosial banyak bantu,” katanya.

Di titik paling lelah sekalipun, Lusi mengaku satu hal yang membuatnya tetap membuka kafe setiap hari adalah para karyawan.

“Mereka bergantung dari kafe ini,” ucapnya.

Ke depan, Lusi menyimpan harapan besar. Ia bermimpi Lusiana Coffee and Eatery bisa berkembang dan membuka cabang di tempat lain.

Soal rasa, Lusi punya satu kalimat pamungkas yang kerap ia dengar dari pelanggan. “Katanya, rasa di Lusiana Coffee itu bisa ngobatin kangen masakan ibu di kampung halaman,” tuturnya sambil tersenyum.

Dengan menu yang variatif, suasana hangat, serta kehadiran live music, Lusiana Coffee and Eatery kini menjelma menjadi salah satu destinasi kuliner wajib bagi pecinta kuliner di Cikarang dan sekitarnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *