
JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi melantik 12 orang Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Deretan nama yang dilantik menarik perhatian publik karena berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari musisi, praktisi hukum, hingga akademisi.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin langsung pelantikan yang digelar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).
Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Noe. Vokalis band Letto ini merupakan putra dari budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Selain Noe, Menhan juga melantik Frank Alexander Hutapea, seorang pengacara yang juga putra sulung advokat kondang Hotman Paris Hutapea.
Tidak hanya mereka, terdapat pula nama Filda Citra Yusgiantoro, putri dari Menteri Pertahanan periode 2009–2014, Purnomo Yusgiantoro, yang turut masuk dalam jajaran tenaga ahli tersebut.
Menanggapi sorotan publik mengenai latar belakang keluarga para tokoh tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan klarifikasi tegas.

“Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” ujar Rico kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan bahwa penunjukan ini murni didasarkan pada kapasitas dan keahlian masing-masing individu untuk mendukung tugas strategis negara. Pemerintah memastikan pengisian jabatan ini diarahkan sepenuhnya untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
Para tenaga ahli ini nantinya akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.
Menurut Brigjen Rico, Noe Letto dan rekan-rekannya akan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya. Kontribusi mereka diharapkan memperkaya pemikiran strategis lintas disiplin, mencakup perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.
“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku,” jelas Rico.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga menyatakan bahwa kehadiran para pakar dari berbagai disiplin ilmu ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat “otak” Dewan Pertahanan Nasional dalam menghadapi dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Daftar Sebagian Tenaga Ahli yang Dilantik:
Berikut adalah beberapa nama yang telah dikonfirmasi dilantik sebagai Tenaga Ahli DPN:
- Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) – Budayawan/Musisi
- Frank Alexander Hutapea – Praktisi Hukum
- Filda Citra Yusgiantoro – Akademisi/Peneliti (Putri Purnomo Yusgiantoro)
- Surachman Surjaatmadja
- Ian Montratama
- Abdul Kholiq
- Agato P. Simamora
- Achmad Rully
- Jupriyanto
Dengan pelantikan ini, Kemhan berharap adanya integrasi antara keahlian praktis dan akademis untuk mendukung kelancaran tugas-tugas Dewan Pertahanan Nasional ke depannya.






Tinggalkan Balasan