oleh

Perjuangan Pedagang Ikan di Bekasi: Terobos Banjir Kranji Demi Menjemput Rezeki

banner 468x60

BEKASI – Banjir yang mengepung wilayah Bekasi hari ini tidak menyurutkan semangat para pejuang ekonomi harian. Di tengah genangan air yang melumpuhkan sebagian aktivitas kota, para pedagang keliling justru memilih untuk tetap “menjemput bola” demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Wasman (50), seorang pedagang ikan keliling yang tetap setia melayani pelanggan di kawasan Kranji hingga Rawa Bebek, meskipun harus bertaruh dengan arus air yang cukup deras.

banner 336x280

Wasman mengawali harinya sekitar pukul 07.00 WIB, berangkat dari kediamannya di Rawa Bambu menuju Pasar Kolong Kranji. Saat itu, air sudah mulai naik namun belum mencapai titik tertinggi.

“Tadi pagi itu airnya masih sebetis. Anak saya sempat melarang lewat jalan bawah (kolong) karena takut tenggelam,” ujar Wasman saat ditemui di Jalan Duta Kranji, Bekasi, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga  Sistem Sumatera Terganggu, PLN Buka Suara Terkait Pemadaman Listrik dari Aceh hingga Riau

Kesulitan utama yang dihadapi Wasman bukanlah dinginnya air, melainkan kuatnya arus banjir yang hampir menghanyutkan gerobak dagangannya. “Tadi gerobak saya sempat mau nyelonong (terbawa arus), saking kencangnya air,” tambahnya.

Meski kondisi alam sedang tidak bersahabat, Wasman mengaku ada sisi positif di balik musibah ini. Dagangannya justru lebih cepat habis dibandingkan hari-hari biasa.

Hal ini terjadi karena banyak warga yang terjebak banjir di dalam rumah dan enggan pergi ke pasar. Kehadiran pedagang keliling seperti Wasman menjadi solusi bagi ibu-ibu rumah tangga untuk tetap bisa memasak.

Baca Juga  Plt. Bupati Bekasi Kecewa Ada Desa Tanpa Pembangunan, Anggarkan Rp1 Triliun untuk Pemerataan

“Alhamdulillah tetap laris. Kalau tukang ikan begini memang ditungguin warga. Tadi saja saya baru bisa berangkat jam 7 setelah hujan agak reda,” ungkapnya.

Tantangan Wasman bukan kali ini saja terjadi. Ia menceritakan pengalaman pahit pekan lalu saat mobil yang digunakannya mengambil stok ikan di Muara Angke sempat terendam banjir di kawasan Jembatan Tiga hingga harus dievakuasi menggunakan jasa towing.

Menutup ceritanya, Wasman berharap Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi bisa lebih serius menangani masalah banjir yang seolah menjadi tamu rutin setiap musim hujan.

“Harapannya ya supaya cepat surut dan ada solusi dari pemerintah supaya tidak banjir terus,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *