AMBON – Provinsi Maluku kini tengah diposisikan sebagai pilar strategis dalam peta pembangunan nasional. Melalui serangkaian Proyek Strategis Nasional (PSN), wilayah kepulauan ini diproyeksikan bertransformasi menjadi gerbang ekonomi baru yang menghubungkan potensi maritim dan energi Indonesia ke pasar global.

Fokus utama pembangunan di Maluku mencakup tiga sektor raksasa: energi, logistik, dan ketahanan pangan. Salah satu yang paling dinantikan adalah pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, yang diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi dengan skala investasi internasional.

Selain sektor energi, pemerintah juga mempercepat pembangunan Pelabuhan Ambon Terpadu. Infrastruktur ini dirancang menjadi simpul logistik modern yang akan memfasilitasi arus ekspor perikanan dan komoditas unggulan Maluku lainnya secara langsung ke mancanegara. Sementara itu, di Pulau Buru, Bendungan Way Apu terus digenjot untuk memastikan kemandirian pangan dan air di wilayah tersebut.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan bahwa kunci utama kesuksesan transformasi ekonomi ini adalah stabilitas keamanan dan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah dan tidak mudah terhasut oleh informasi hoaks yang dapat mengganggu proses pembangunan.

“Stabilitas adalah prasyarat utama. Kita mengedepankan dialog dan pendekatan adat untuk memastikan setiap proyek strategis berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal,” ungkap Hendrik.

Dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni dan stabilitas sosial yang terjaga, Maluku optimis dapat melepaskan ketergantungan pada sektor tradisional dan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di bibir Pasifik.(red)