
BREBES – Amarah yang lama terpendam akhirnya meledak. Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, melakukan aksi nekat dengan menggerebek sebuah warung yang diduga menjadi sarang peredaran obat-obatan terlarang, Senin (20/4/2026) sore.
Aksi spontan ini menjadi puncak kegelisahan warga yang merasa masa depan generasi muda di desa mereka terancam oleh aktivitas mencurigakan di warung tersebut.
Keresahan yang Berujung Aksi Nyata
Bukan tanpa alasan, para emak-emak ini mengaku sudah berulang kali dihantui rasa was-was melihat banyaknya pemuda, baik dari dalam maupun luar desa, yang keluar-masuk warung tersebut secara tidak wajar. Kekhawatiran akan rusaknya mental anak-anak mereka menjadi pemantik utama aksi ini.
“Kami ini cuma ingin anak-anak kami selamat. Jangan sampai rusak karena obat-obatan seperti itu,” ujar salah satu warga dengan nada geram di lokasi kejadian.
Warga menyebut bahwa laporan terkait aktivitas mencurigakan tersebut sebenarnya sudah berkali-kali disampaikan, namun karena merasa tidak ada tindakan tegas yang terlihat, rasa jengkel yang menumpuk akhirnya tumpah menjadi aksi massa.

Warung Dibongkar dan Dibakar di Sawah
Sekitar pukul 15.00 WIB, massa mendatangi warung yang berlokasi tak jauh dari SPBU Sitanggal. Tanpa banyak kompromi, puluhan warga langsung membongkar lapak yang terdiri dari kayu dan terpal tersebut. Seluruh barang-barang di dalamnya diangkut keluar oleh warga yang didominasi kaum perempuan.
Puncak emosi warga terlihat saat mereka membawa material warung tersebut ke area persawahan dan membakarnya. Kobaran api tersebut menjadi simbol perlawanan dan “pembersihan” lingkungan mereka dari pengaruh zat adiktif.
Komitmen Pengawasan Mandiri
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Sitanggal dilaporkan telah kembali kondusif. Meski demikian, warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika aktivitas serupa muncul kembali.
Aksi ini menjadi peringatan keras sekaligus cerminan bahwa masyarakat kini lebih berani mengambil sikap tegas dalam melindungi lingkungan dari bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang. Warga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan mandiri demi memastikan desa mereka benar-benar bersih dari peredaran obat ilegal.









Tinggalkan Balasan