
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan fasilitas bagi jemaah asal Indonesia di Tanah Suci. Langkah terbaru yang diambil adalah rencana perluasan proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, melalui akuisisi lahan strategis yang lebih dekat dengan pusat ibadah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bersiap melakukan pembelian lahan baru yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. Lokasi ini jauh lebih dekat dibandingkan aset sebelumnya di kawasan Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer.
Ekspansi Strategis Dan Fasilitas Terowongan Langsung
Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Rosan menjelaskan bahwa lokasi baru ini akan memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah. Salah satu keunggulan utama yang direncanakan adalah adanya akses terowongan langsung menuju kawasan Masjidil Haram.
“Next-nya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram. Ada terowongan langsung, dan ini yang sudah kita lakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji,” ujar Rosan pada Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya, Danantara telah mengamankan aset berupa hotel Novotel Makkah serta lahan real estat di Thakher City sebagai tahap awal pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex).
Pembangunan 13 Tower Untuk Jemaah Indonesia
Proyek ambisius ini tidak hanya sekadar pembelian lahan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur yang masif. Danantara berencana membangun sebanyak 13 gedung atau tower di wilayah tersebut yang secara khusus dirancang untuk menampung jemaah haji dan umrah dari Indonesia.
Penandatanganan rencana pembangunan ini telah dilakukan pada 14 Desember 2025 lalu. Kehadiran 13 tower ini diharapkan dapat memangkas biaya akomodasi sekaligus memberikan standar pelayanan yang lebih konsisten bagi warga negara Indonesia yang menjalankan ibadah di Makkah.
Kapasitas Menampung 22.000 Jemaah
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menambahkan bahwa proyek Kampung Haji ini akan dikembangkan secara bertahap. Target jangka panjangnya adalah menyediakan sekitar 6.000 kamar yang mampu menampung hingga 22.000 jemaah.
Angka tersebut mencakup sekitar 10% dari total kuota jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Dengan kepemilikan aset sendiri, pemerintah Indonesia melalui Danantara berharap dapat mengelola ekosistem haji secara lebih mandiri dan profesional, serta memberikan dampak ekonomi positif kembali ke tanah air.
Selain hunian, kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan area komersial, pusat ritel, dan fasilitas pendukung lainnya seperti gudang logistik yang direncanakan bekerja sama dengan Bulog untuk menjamin ketersediaan pangan bagi jemaah.








Tinggalkan Balasan