CILEGON – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cilegon sejak Sabtu malam hingga Minggu (8/3/2026) mengakibatkan banjir melanda di sejumlah titik strategis. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, sebanyak tiga kecamatan terendam dengan total 1.041 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Kecamatan Jombang, Kecamatan Purwakarta, dan Kecamatan Cibeber. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai lebih dari satu meter di beberapa titik terendah.

Sebaran Wilayah Terdampak

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Cilegon mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang ekstrem serta luapan dari beberapa aliran sungai kecil di sekitar pemukiman warga.

  • Kecamatan Jombang: Menjadi wilayah dengan titik genangan terbanyak yang merendam perumahan dan akses jalan protokol.

  • Kecamatan Purwakarta: Luapan air merasuk ke rumah-rumah warga di dataran rendah, memaksa sejumlah warga mengamankan perabotan ke lantai dua.

  • Kecamatan Cibeber: Aliran air yang deras sempat memutus akses mobilitas warga di beberapa kelurahan.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Pihak BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan relawan kebencanaan telah diterjunkan ke lokasi sejak dini hari untuk melakukan evakuasi, terutama bagi lansia dan anak-anak. Perahu karet dikerahkan di titik-titik dengan ketinggian air yang membahayakan.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga. Personel sudah disiagakan di posko-posko darurat dan kami terus melakukan pendataan logistik untuk bantuan mendesak,” ujar perwakilan BPBD Cilegon.

Hingga Minggu siang, beberapa dapur umum mulai didirikan untuk menyuplai kebutuhan pangan warga yang tidak bisa beraktivitas memasak di rumah masing-masing.

Waspada Hujan Susulan

Pemerintah Kota Cilegon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk segera mengungsi jika debit air kembali menunjukkan kenaikan signifikan.

Selain dampak pemukiman, banjir ini juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama Kota Cilegon akibat kendaraan yang mogok saat mencoba menerjang genangan air.