TANGERANG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang mengakibatkan banjir meluap di sedikitnya 18 titik lokasi berbeda. Berdasarkan data terbaru, ribuan warga dilaporkan terdampak oleh luapan air yang merendam pemukiman serta akses jalan utama.

Sebaran Wilayah Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa genangan air muncul dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai lebih dari satu meter di beberapa titik rawan. Wilayah yang terdampak mencakup sejumlah kecamatan padat penduduk, di mana drainase yang ada tidak mampu menampung debit air hujan yang ekstrem.

Beberapa titik lokasi banjir yang terpantau meliputi:

  • Kawasan perumahan rendah di sekitar aliran sungai.

  • Ruas jalan protokol yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas.

  • Pemukiman warga di wilayah bantaran kali.

Dampak dan Evakuasi

Data sementara menunjukkan ribuan Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari bencana ini. Selain merendam perabotan rumah tangga, banjir juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau posko darurat yang telah disediakan pemerintah daerah.

Pihak BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah darurat, di antaranya:

  1. Evakuasi Mandiri & Terpimpin: Membantu warga lansia, anak-anak, dan orang sakit menuju titik aman.

  2. Penyaluran Bantuan: Pendistribusian logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan medis.

  3. Pemantauan Pompa: Memastikan seluruh pompa air di titik-titik krusial berfungsi maksimal untuk mempercepat surutnya air.

Himbauan bagi Masyarakat

Pemerintah Kota Tangerang menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Masyarakat diminta untuk segera mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah dan melaporkan kondisi darurat melalui nomor layanan siaga yang tersedia.

Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus bersiaga melakukan pendataan dan penanganan di titik-titik lokasi banjir yang belum surut.