
POJOK OLAHRAGA – Daihatsu Indonesia Masters 2026 dipastikan menjadi salah satu agenda olahraga paling bergengsi di awal tahun. Turnamen bulutangkis internasional yang masuk kalender HSBC BWF World Tour Super 500 ini akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari 2026.
Kehadiran deretan bintang elite dunia, dipadu atmosfer khas Istora yang dikenal menggugah adrenalin, menjanjikan persaingan sengit sekaligus tontonan berkelas bagi pecinta bulutangkis Tanah Air.
Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp8 miliar, menjadikannya salah satu ajang paling prestisius dalam kalender bulutangkis internasional. Sebanyak 274 pebulutangkis dari 21 negara akan ambil bagian, bertarung di arena legendaris yang selama ini dikenal sebagai salah satu venue paling ikonik sekaligus intimidatif di dunia bulutangkis.
Sejumlah nama besar dipastikan tampil, di antaranya Chen Yu Fei (China) serta pasangan tangguh Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dari kubu tuan rumah, Indonesia menurunkan kekuatan terbaik, mulai dari Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, hingga sektor ganda yang diperkuat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Selain pemain-pemain senior, publik juga menanti penampilan para talenta muda Indonesia seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, serta pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, yang diharapkan mampu mencuri perhatian di hadapan pendukung sendiri.

Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menegaskan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
“Secara keseluruhan, turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 sudah siap digelar. Kami memastikan kesiapan venue, operasional, fasilitas atlet, hingga berbagai aktivitas hiburan di luar arena untuk penonton,” ujar Budiharto di Istora GBK, Senin (19/1).
Budiharto menambahkan, kehadiran pemain-pemain top dunia dari China, Korea Selatan, Jepang, hingga Denmark akan membuat persaingan semakin ketat. “Ini akan menjadi tontonan bulutangkis kelas dunia dengan kualitas pertandingan yang sangat tinggi,” katanya.
Tak hanya menghadirkan duel elite di lapangan, Daihatsu Indonesia Masters 2026 juga mengusung konsep sportainment. Panitia bersama PBSI berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai pesta rakyat, dengan harga tiket terjangkau serta beragam aktivitas dan hiburan di area Istora.
“Kami ingin turnamen ini menjadi momentum untuk kembali menyalakan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap bulutangkis—olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” tandas Budiharto.
Dukungan penuh juga datang dari HSBC, yang tahun ini memasuki tahun ke-9 keterlibatannya dalam penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters.
“Bulutangkis bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan yang membentuk karakter, disiplin, dan kualitas hidup. Melalui Indonesia Masters 2026, kami ingin membuka lebih banyak akses dan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, dan bermimpi lebih jauh,” ujar Fransisca Kallista Arnan, Head of Customer Propositions & Marketing HSBC Indonesia.
Sementara itu, dari sisi prestasi, Indonesia menatap turnamen ini dengan optimisme realistis. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa persiapan tim dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.
“Fokus kami pada stabilisasi kondisi fisik pasca turnamen akhir tahun, penajaman aspek teknis dan taktis, serta kesiapan mental menghadapi kompetisi awal musim,” jelas Eng Hian.
PBSI menargetkan dua gelar juara, dengan sektor ganda putra menjadi tumpuan utama. Meski demikian, sektor lain tetap didorong untuk bersaing hingga fase akhir demi menjaga konsistensi prestasi Indonesia di panggung dunia. (EPB)









Tinggalkan Balasan