
JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI secara resmi membuka pendaftaran pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat gerakan olahraga masyarakat di seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan visi masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pencinta olahraga hingga tenaga pendidik, untuk mengambil peran aktif dalam program strategis ini.
Membangun Budaya Hidup Aktif dari Desa hingga Sekolah
Program TPON 2026 menargetkan lahirnya sosok penggerak yang mampu menghidupkan budaya olahraga di berbagai lapisan, mulai dari tingkat sekolah, komunitas hobi, hingga wilayah pedesaan. Peserta tidak hanya diajarkan cara berolahraga yang benar, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial untuk mengajak masyarakat luas hidup aktif.
“Saatnya mengambil peran dan berkontribusi untuk Indonesia dengan menjadi Tenaga Penggerak Olahraga Nasional. Ini saatnya kamu berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih aktif dan sehat,” tegas Erick Thohir dalam keterangannya.
Materi Pelatihan dan Kualifikasi Peserta
Peserta yang terpilih akan mendapatkan pembekalan intensif mengenai teknik mendampingi aktivitas fisik, edukasi kesehatan, hingga metode persuasi publik. Proses pelatihan akan dilakukan secara digital melalui Learning Management System (LMS) dan pertemuan virtual via Zoom untuk menjangkau peserta dari seluruh Indonesia.

Kemenpora menetapkan beberapa kriteria bagi calon pelamar TPON 2026:
-
Target Peserta: Pencinta olahraga, tenaga pendidik (guru), pelatih olahraga, dan penggerak komunitas.
-
Syarat Usia: Minimal berusia 17 tahun.
-
Komitmen: Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan digital hingga selesai.
Jadwal dan Cara Pendaftaran
Bagi Anda yang berminat menjadi bagian dari transformasi kesehatan nasional ini, pendaftaran telah dibuka mulai 27 April hingga 2 Mei 2026.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi: https://tenorbudaya.com/registrasipenggerak.
Kemenpora berharap program ini dapat memperluas jaringan penggerak olahraga di tingkat akar rumput, sehingga kebiasaan hidup sehat tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah budaya yang melekat di tengah masyarakat Indonesia.








Tinggalkan Balasan