BOGOR – Bencana pergerakan tanah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan ratusan orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi dari aparat setempat, pergerakan tanah terjadi secara perlahan namun terus aktif. Retakan tanah dan bangunan rumah semakin melebar sehingga membahayakan keselamatan warga.

Puluhan Rumah Mengalami Kerusakan

Sedikitnya puluhan unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari retak ringan hingga rusak berat. Beberapa rumah dinyatakan tidak layak huni karena berada di zona rawan pergerakan tanah yang masih aktif.

Kondisi tersebut memaksa warga meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko yang lebih besar, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ratusan Warga Mengungsi

Akibat bencana ini, ratusan warga dari puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, balai desa, hingga lokasi pengungsian sementara yang disiapkan pemerintah daerah.

Sebagian warga mengaku khawatir pergerakan tanah akan semakin meluas dan mengancam bangunan lain di sekitarnya.

Pemerintah Daerah Siagakan Bantuan

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui instansi terkait telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan, pemantauan pergerakan tanah, serta memastikan kebutuhan dasar warga pengungsi terpenuhi.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan relokasi sementara hingga permanen bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan bencana, demi menjamin keselamatan jangka panjang.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras dalam waktu lama. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan di tanah, dinding rumah, atau jalan.