BANYUWANGI – Kejelian seorang warga di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berhasil menyelamatkan tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand dari jeratan sindikat penipuan lintas negara. Tak main-main, para korban nyaris kehilangan uang sebesar Rp 2 miliar dalam transaksi fiktif jual beli “tokek emas”.

Sosok penyelamat tersebut adalah Rendra Bayu Alwana (47). Berkat inisiatifnya, aksi penipuan yang direncanakan pada Rabu (15/4/2026) tersebut berhasil digagalkan tepat sebelum para korban masuk lebih jauh ke pedalaman Sukamade.

Curiga Minibus yang Berputar-putar

Kejadian bermula saat Rendra mencurigai sebuah minibus berplat kuning yang tampak kebingungan dan berputar-putar di desanya selama 30 menit. Berawal dari niat membantu wisatawan yang tersesat, Rendra menghentikan mobil tersebut.

Karena kendala bahasa, Rendra menggunakan bantuan aplikasi Google Translate untuk berkomunikasi. Saat itulah terungkap bahwa ketiga WNA tersebut hendak menuju Dusun Sukamade untuk membeli dua ekor “tokek emas” dengan harga Rp 1 miliar per ekor.

Adu Mulut dengan Terduga Pelaku

Rendra yang paham betul wilayahnya langsung mencium gelagat penipuan. Ia memastikan tidak ada transaksi tokek bernilai fantastis di Sukamade. Ia kemudian meminta para WNA menghubungi pria berinisial A yang menjadi pengarah mereka.

Saat Rendra mengambil alih pembicaraan, pria berinisial A tersebut tidak mampu menjelaskan detail lokasi dan justru marah. “Dia bilang saya tidak usah ikut campur. Tapi saya tegaskan ini desa saya, jangan sampai nama desa jadi jelek karena penipuan,” tegas Rendra.

Kawal Korban Hingga Aman

Setelah satu jam diberikan pemahaman, ketiga WNA tersebut akhirnya sadar bahwa mereka telah dijebak. Mereka segera memblokir kontak pelaku atas saran Rendra. Diduga, para korban sudah sempat menyetorkan sejumlah uang muka sebelum tiba di Banyuwangi.

Tak sekadar menggagalkan, Rendra bahkan mengawal para korban hingga ke wilayah Kecamatan Gambiran guna memastikan keamanan mereka sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Juanda untuk kembali ke Thailand.

Modus Lama yang Berulang

Kapolsek Pesanggaran, AKP Maskur, memastikan bahwa pria berinisial A bukan warga setempat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami identitas pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan profesional.

“Pelaku ini mahir menggunakan bahasa Thailand melalui pesan singkat, namun fasih berbahasa Jawa saat berbicara langsung,” ungkap Rendra memberikan petunjuk tambahan.

Kasus penipuan dengan modus “tokek emas” atau benda antik ini dilaporkan bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap tawaran transaksi dengan nilai fantastis yang tidak masuk akal.