
JAKARTA – Insiden kebakaran hebat melanda kawasan perkantoran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (20/4/2026) siang.
Kobaran api yang membesar dengan cepat memicu kepanikan luar biasa di kalangan pegawai. Sejumlah pekerja dilaporkan terpaksa naik ke atap gedung (rooftop) untuk menghindari kepungan asap tebal dan kobaran api yang menjalar di beberapa bagian bangunan.
Kronologi Kejadian
Laporan pertama kali diterima petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sekitar pukul 13.38 WIB dari warga yang mendatangi langsung pos pemadam terdekat. Petugas dari Sektor IV Pasar Minggu segera merespons dan tiba di lokasi pada pukul 13.45 WIB.
Berdasarkan data dari Command Center Damkar, kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Api yang muncul dari salah satu titik dengan cepat menjalar, membuat beberapa pegawai sempat terjebak sebelum akhirnya berhasil mengamankan diri ke area terbuka di bagian atas gedung.
Pengerahan 18 Unit Mobil Pemadam
Upaya pemadaman dilakukan secara masif. Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Petugas mulai berhasil melokalisasi titik api pada pukul 14.35 WIB guna mencegah perambatan ke gedung di sekitarnya.

“Petugas langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus evakuasi terhadap pegawai yang berada di area rooftop,” tulis keterangan awal dari pihak Damkar.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerugian materiil akibat musibah ini. Pihak kepolisian dan tim ahli masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Akibat insiden ini, lalu lintas di sekitar Jalan Raya Pasar Minggu terpantau padat. Masyarakat yang melintas diimbau untuk tetap berhati-hati dan memberikan ruang bagi armada pemadam yang masih beroperasi di lapangan.









Tinggalkan Balasan