BANDUNG – Upaya pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Jawa Barat pada Selasa sore berakhir tanpa hasil. Sejumlah titik pengamatan melaporkan bahwa bulan sabit muda tidak berhasil teramati, baik melalui teleskop maupun mata telanjang.

Kondisi ini memperkuat prediksi adanya potensi perbedaan jadwal memulai ibadah puasa di tengah masyarakat Indonesia pada tahun 2026 ini.

Laporan dari Titik Pantau di Jawa Barat

Tim pemantau yang tersebar di beberapa lokasi strategis, termasuk Observatorium Bosscha di Lembang dan Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas di Sukabumi, menyatakan bahwa posisi hilal masih sangat rendah saat matahari terbenam.

Selain posisi astronomis yang belum memenuhi kriteria minimal MABIMS (ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), faktor cuaca juga menjadi kendala. Awan tebal yang menyelimuti ufuk barat di sebagian besar wilayah Jawa Barat membuat pandangan tim ahli terhalang.

Potensi Istikmal dan Perbedaan Jadwal

Dengan tidak terlihatnya hilal di wilayah Jawa Barat dan kemungkinan di beberapa titik lainnya, muncul opsi untuk melakukan istikmal atau menyempurnakan bilangan bulan Syakban menjadi 30 hari.

Jika pemerintah memutuskan istikmal, maka 1 Ramadan akan jatuh satu hari lebih lambat dari prediksi sebagian ormas Islam yang menggunakan metode hitung Wujudul Hilal. Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah terjadi dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia, namun masyarakat tetap diimbau untuk menjaga ukhuwah Islamiyah.

Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Meski hasil di Jawa Barat menunjukkan hilal tidak terlihat, laporan ini tetap diteruskan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat. Keputusan final mengenai kapan umat Muslim Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama setelah merangkum hasil pemantauan dari seluruh pelosok negeri.

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi melalui sidang isbat yang digelar secara tertutup dan dilanjutkan dengan konferensi pers nasional.