JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada Maret 2026, kekhawatiran akan meroketnya harga kebutuhan pokok mulai menyelimuti warga Jakarta. Merespons hal tersebut, legislator dari Fraksi NasDem mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan gudang pangan di ibu kota.

Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai spekulasi harga yang kerap dimanfaatkan oknum nakal demi meraup keuntungan pribadi di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Spekulasi Harga Jadi Ancaman

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem menekankan bahwa kenaikan harga pangan menjelang Lebaran bukan sekadar fenomena ekonomi biasa, melainkan ancaman terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah.

“Kami meminta Pak Gubernur (Pramono Anung) tidak hanya menerima laporan di atas kertas. Perlu ada sidak langsung ke lapangan untuk memastikan stok pangan benar-benar tersedia dan harga tidak dipermainkan oleh para spekulan,” ujar perwakilan Fraksi NasDem dalam keterangannya, Senin (9/3).

Pihaknya menyoroti beberapa komoditas yang mulai merangkak naik, seperti daging sapi, cabai merah, dan gula pasir. Menurutnya, pemantauan intensif di Pasar Induk Kramat Jati hingga Pasar Senen harus menjadi prioritas utama Pemprov DKI dalam satu-dua pekan ke depan.

Respons Pemprov DKI: Stok Pangan Diatas Kebutuhan Normal

Di sisi lain, Gubernur Pramono Anung sebelumnya sempat memberikan pernyataan bahwa ketersediaan stok pangan di Jakarta saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Ia bahkan menyebut cadangan bahan pokok melampaui kebutuhan normal warga DKI.

“Untuk komoditas daging yang sering jadi masalah klasik, tahun ini kami pastikan aman. Koordinasi dengan distributor dan BUMD pangan terus berjalan agar suplai tidak terganggu oleh dinamika global,” tegas Pramono dalam kunjungannya di JIS Ramadan Fest beberapa waktu lalu.

Namun, desakan sidak dari legislator ini diharapkan menjadi pengingat agar jajaran Pemprov DKI tidak terlena dengan data stok, melainkan tetap waspada terhadap fluktuasi harga di tingkat pedagang eceran.

Fokus Pengawasan Pasar Tradisional

Senada dengan NasDem, Komisi B DPRD DKI juga merencanakan pengawasan ketat terhadap pasar-pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah pemasok pangan juga menjadi faktor yang diwaspadai karena berpotensi menghambat distribusi menuju Jakarta.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, mengingat pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk kemungkinan operasi pasar murah jika harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.