
LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga kini masih terus mematangkan formula dan mencari solusi terbaik untuk menyediakan lokasi permanen bagi ratusan pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang tersebut sebelumnya telah dipindahkan dari kawasan lingkar Alun-alun Rangkasbitung menuju Jalan Abdi Negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penempatan ratusan PKL di sepanjang koridor Jalan Abdi Negara tersebut ditegaskan masih bersifat sementara. Para pedagang akan diizinkan tetap menggelar lapak usahanya di lokasi penampungan darurat tersebut hingga pemerintah daerah secara resmi menetapkan zonasi niaga baru yang dinilai lebih representatif dan tertata.
Tiga Kawasan Jadi Opsi Alternatif
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat, mengungkapkan bahwa tim dari pemerintah daerah terus bergerak aktif melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah kantong lahan potensial. Beberapa titik strategis di pusat kota tengah masuk dalam radar pembahasan intensif.
“Penentuan lokasi tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga harus memperhatikan daya tampung serta peluang ekonomi agar para pedagang tetap bisa menjalankan aktivitas jual beli,” kata Rahmat kepada awak media, Jumat (3/7/2026).
Adapun tiga opsi lokasi yang saat ini tengah dibahas dan ditinjau kelayakannya oleh pemerintah meliputi:
-
Kawasan Jalan R.T. Hardiwinangun
-
Kawasan Balong Rangkasbitung
-
Lahan aset milik RSUD dr. Adjidarmo yang terletak di Jalan Multatuli
Aspek Daya Tampung Jadi Prioritas
Rahmat menegaskan, penataan wajah kota ini diupayakan tidak sampai menggerus omzet atau merugikan keberlangsungan hidup para pelaku ekonomi mikro. Pemerintah berkomitmen menyelaraskan keindahan tata ruang kota Rangkasbitung dengan kesejahteraan para pedagang.
Faktor kapasitas tampung komunal menjadi indikator utama dalam penilaian tim di lapangan. Hal ini demi mencegah terjadinya gesekan sosial baru atau adanya pedagang yang tidak kebagian lapak akibat luasan lahan yang tidak proporsional.
“Kita akan melihat kapasitas dan kelayakannya, apakah bisa menampung seluruh pedagang. Jangan sampai lokasi baru justru tidak mampu mengakomodasi jumlah PKL yang ada,” pungkasnya.
Penulis: Sandi Sudrajat



















Komentar