oleh

Terkepung Abu Proyek dan Truk Tronton, Warga Jagabaya Parungpanjang Nekat Blokir Jalur Arteri Bogor–Tangerang

banner 468x60

BOGOR – Konflik menahun terkait infrastruktur dan mobilitas angkutan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor kembali meletup. Dipicu rasa frustrasi atas kepulan debu tebal yang pekat, warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi nekat memblokir ruas jalan provinsi utama pada Selasa (14/7/2026).

Jalur arteri yang ditutup paksa oleh warga merupakan urat nadi transportasi logistik vital yang menghubungkan wilayah Parungpanjang dengan Kabupaten Tangerang. Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kelalaian pihak kontraktor proyek perbaikan jalan serta lalu lalang truk tronton bertonase besar yang memperparah polusi udara di pemukiman.

banner 336x280

Blokade Total Menggunakan Batang Pohon di Depan SPBU

Aksi solidaritas warga ini terkonsentrasi di titik strategis sekitar area SPBU Desa Jagabaya. Massa yang diselimuti kekesalan menggunakan potongan batang pohon berukuran besar, batu, serta material seadanya untuk menutup rapat akses aspal dari kedua arah.

Akibat pemblokiran sepihak ini, arus lalu lintas yang didominasi armada truk tambang dan kendaraan umum sempat lumpuh total dan terhenti selama kurang lebih dua jam, memicu antrean kendaraan hingga mengular panjang.

Baca Juga  Tragedi Makan Bergizi Gratis di Anambas: Boraks dan Bakteri Patogen Picu Keracunan 162 Siswa

Salah seorang warga setempat berinisial I, membeberkan bahwa aksi turun ke jalan ini terpaksa ditempuh sebagai jalan terakhir. Menurutnya, pihak pelaksana proyek dinilai sangat pelit dan minim melakukan penyiraman air di area tanah yang dikeruk, terlebih saat ini wilayah Bogor Barat sedang dihantam puncak musim kemarau.

“Kami meminta penyiraman jalan dilakukan secara rutin, minimal tiga kali sehari, agar debu pekat tidak terus masuk ke rumah dan mengganggu warga. Kondisi ini sudah sangat darurat, tidak hanya mengotori lingkungan tetapi sudah mulai menyerang kesehatan pernapasan anak-anak kami akibat ISPA,” keluh saksi I dengan nada berapi-api.

Mediasi Trantib: Kontraktor Dipaksa Tunduk Lakukan Penyiraman 3 Kali Sehari

Mencegah ketegangan meluas menjadi kerusuhan fisik, jajaran Pemerintah Kecamatan Parungpanjang berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri langsung meluncur ke TKP guna meredam emosi massa dan menggelar mediasi darurat.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kecamatan Parungpanjang, Maman Oskar, mengonfirmasi insiden pemblokiran fasilitas umum tersebut dan langsung memasang badan untuk mempertemukan perwakilan warga dengan pihak kontraktor pelaksana.

“Tuntutan warga sangat objektif dan masuk akal, yakni ditujukan kepada kontraktor pelaksana proyek agar wajib melakukan penyiraman jalan secara berkala demi mereduksi paparan debu selama proses konstruksi beton berlangsung,” terang Maman Oskar.

Lewat negosiasi yang berjalan alot, proses mediasi akhirnya menelurkan kesepakatan tertulis yang mengikat. Pihak pelaksana proyek berkomitmen mutlak untuk mengucurkan armada truk air guna menyiram jalur konstruksi sebanyak tiga kali setiap hari (pagi, siang, dan sore) tanpa putus selama proyek berjalan.

Pasca-tercapainya kesepakatan hitam di atas putih tersebut, warga secara kooperatif langsung mengevakuasi potongan pohon dari badan jalan. Arus lalu lintas tronton dan kendaraan komuter dari arah Tangerang maupun Bogor dilaporkan kembali mencair dan berjalan normal.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *