oleh

Tingkatkan Kompetensi Anggota, PWGK-Kresek Perkuat Kapasitas Jurnalis Lewat Diskusi Mingguan

banner 468x60

TANGERANG – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK-Kresek) terus berkomitmen dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) para anggotanya. Langkah ini diwujudkan melalui agenda diskusi mingguan yang digelar di Kantor Sekretariat PWGK-Kresek, Perum Jameela Village, Selasa (17/3/2026).

Ketua PWGK-Kresek, Sibti Alex, menegaskan bahwa peningkatan SDM merupakan pilar utama dalam program kerja organisasi. Menurutnya, diskusi rutin ini menjadi wadah krusial untuk memastikan setiap wartawan di bawah naungan PWGK-Kresek mampu menyajikan informasi yang berkualitas dan berbobot bagi masyarakat.

banner 336x280

“Kami menggelar diskusi rutin mingguan sebagai ajang sharing antaranggota. Di sini kami bertukar kemampuan dan pengalaman selama menjalani profesi di lapangan, sehingga pengetahuan di bidang jurnalistik terus terasah,” ujar Alex Sibti, Selasa (17/3).

Baca Juga  Gotong Royong Program Garuda dan Gentengisasi di Desa Renged, Warga Harap Pembangunan Jembatan Berlanjut

Fokus pada Profesionalisme dan Kode Etik Pria yang juga aktif sebagai jurnalis di ifakta.co ini menambahkan, ke depannya PWGK-Kresek tengah merancang program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang lebih komprehensif. Tujuannya jelas: memastikan setiap anggota bekerja secara profesional dengan berpedoman teguh pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Harapan kami, wartawan yang tergabung dalam PWGK-Kresek dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah maupun institusi lainnya. Kontribusi nyata dari jurnalis sangat dibutuhkan demi kemajuan pembangunan daerah,” tambah Alex.

Baca Juga  SD Taraban 6 Brebes Ambruk Usai Hujan Deras, Siswa Terpaksa Belajar Darurat di Perpustakaan

Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh anggota menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya akurasi informasi agar berita yang disajikan memenuhi ekspektasi dan kebutuhan publik.

“Kita harus mampu menunjukkan eksistensi sebagai wartawan yang tidak hanya profesional dalam karya, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam berprofesi,” pungkasnya.

Kegiatan diskusi ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan evaluasi peliputan seminggu terakhir, sebagai bentuk kontrol kualitas terhadap berita-berita yang diproduksi oleh para anggota pokja.(ned/pwgk)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *