BREBES – Proses perbaikan jalan di wilayah Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan kondisi jalan yang masih basah akibat pengecoran, namun tetap dilintasi oleh pengendara sepeda motor.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan pengendara yang tetap memaksa melintas di atas cor basah, karena dinilai dapat merusak kualitas hasil pengecoran dan membahayakan keselamatan.

“Sudah jelas masih basah, tapi tetap diterobos. Ini bukan cuma merusak jalan, tapi juga berisiko jatuh,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Di sisi lain, sebagian netizen juga mempertanyakan metode pengerjaan proyek, khususnya alasan pengecoran yang dilakukan secara penuh tanpa sistem setengah jalan atau buka-tutup jalur. Menurut mereka, metode tersebut dinilai kurang efektif untuk ruas jalan yang masih aktif dilalui masyarakat.

“Kenapa tidak dikerjakan setengah dulu supaya masih ada jalur lewat? Kasihan warga kalau harus memutar jauh,” komentar warganet lainnya.

Aktivitas Warga Tetap Tinggi

Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan tersebut memang masih menjadi jalur utama aktivitas warga, termasuk pedagang, pekerja, dan pengendara lokal. Kondisi ini membuat sebagian pengguna jalan terpaksa melintas meski permukaan jalan belum sepenuhnya kering.

Beberapa warga mengaku kesulitan mencari jalur alternatif, sehingga memilih melintas dengan risiko tinggi. Terlebih, tidak semua pengendara memahami dampak teknis jika cor beton dilewati sebelum waktunya.

Perlu Sosialisasi dan Pengamanan

Pengamat kebijakan publik menilai, polemik seperti ini kerap terjadi akibat kurangnya sosialisasi, rambu peringatan, dan pengamanan proyek. Selain itu, koordinasi antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar dinilai perlu diperkuat agar pekerjaan infrastruktur berjalan optimal tanpa menimbulkan kegaduhan publik.

Perbaikan jalan sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan jangka panjang. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan mobilitas warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai metode pengecoran maupun langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.