
JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan rekayasa lalu lintas one way (satu arah) nasional arus balik Lebaran 2026 pada Rabu (25/3/2026) malam. Keputusan ini diambil menyusul melandainya volume kendaraan yang melintas di jalur Trans Jawa menuju arah Jakarta.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi bersama pemangku kepentingan terkait, seperti Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, arus lalu lintas dari arah Jawa Tengah terpantau sudah kembali normal.
“Parameter kendaraan yang melintasi Gerbang Tol (GT) Banyumanik dan GT Kalikangkung sudah cukup rendah. Oleh karena itu, kami lakukan normalisasi dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 Tol Cikampek,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya.
Normalisasi Jalur dan Rekayasa Situasional
Dengan dicabutnya kebijakan one way, jalur bebas hambatan dari Semarang hingga Cikampek kini sudah dapat dilalui kendaraan dari kedua arah secara normal. Meski demikian, pihak kepolisian tetap menyiagakan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah kepadatan di titik-titik krusial.
Beberapa rekayasa lalu lintas yang masih diterapkan secara situasional antara lain:

-
Contraflow: Pemberlakuan satu lajur dari KM 70 hingga KM 55 Tol Jakarta-Cikampek.
-
Tol Fungsional: Pengoperasian jalur Japek II Selatan (Sadang-Deltamas-Setu) untuk membagi beban arus dari arah Jawa Barat menuju Jakarta.
Angka Kecelakaan Menurun Signifikan
Selain melaporkan kondisi kelancaran jalan, Korlantas Polri juga merilis data sementara terkait angka kecelakaan selama periode mudik dan balik tahun ini. Tercatat ada penurunan fatalitas korban jiwa yang cukup signifikan, yakni mencapai 39 persen.
Sementara itu, secara akumulatif, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 4,90 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas pengamanan dan kesadaran masyarakat dalam berkendara yang mulai meningkat.
Masyarakat yang masih dalam perjalanan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat cuaca dan kondisi fisik pengemudi tetap menjadi faktor utama keselamatan di jalan raya.









Tinggalkan Balasan