
JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengeluarkan peringatan tegas bagi para pemudik yang hendak kembali ke perantauan usai merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menhub meminta masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjebak dalam “macet horor” yang berpotensi terjadi pada puncak arus balik.
Berdasarkan analisis data pergerakan kendaraan dan prediksi puncak kepadatan lalu lintas, Menhub Dudy secara spesifik meminta pemudik untuk tidak melakukan perjalanan balik pada tiga tanggal krusial yang diprediksi menjadi titik jenuh kapasitas jalan.
Hindari Puncak Arus Balik
Menhub menekankan bahwa penumpukan kendaraan di jalan tol maupun jalur arteri dapat memicu kemacetan panjang jika semua orang memilih waktu yang bersamaan.
“Kami memohon dengan sangat kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan balik lebih awal atau setelah puncak arus balik. Jangan semuanya menumpuk di tanggal yang sama agar kejadian macet horor tahun-tahun sebelumnya tidak terulang,” ujar Menhub Dudy dalam keterangannya.
Adapun tiga tanggal yang diminta untuk dihindari guna memecah kepadatan arus lalu lintas adalah:

-
Jumat, 27 Maret 2026
-
Sabtu, 28 Maret 2026
-
Minggu, 29 Maret 2026
Prediksi Kepadatan dan Strategi Pemerintah
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, mulai dari one way, contraflow, hingga pembatasan operasional angkutan barang. Namun, efektivitas langkah-langkah ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilih waktu perjalanan.
“Jika memungkinkan, kembalilah lebih awal sebelum tanggal 27 atau justru setelah tanggal 29 Maret. Perusahaan juga diimbau memberikan fleksibilitas bagi karyawan yang ingin mengambil cuti tambahan guna menghindari kepadatan ini,” tambahnya.
Imbauan bagi Pengguna Jalan Tol
Selain pengaturan waktu, Menhub juga mengingatkan para pengemudi untuk memastikan saldo kartu elektronik (e-Toll) mencukupi dan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Antrean di gerbang tol akibat kurang saldo seringkali menjadi pemicu awal kemacetan yang merambat hingga puluhan kilometer.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan pemudik, diharapkan arus balik Lebaran 2026 ini dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi semua pihak.









Tinggalkan Balasan