JAKARTA – Aksi premanisme bermodus aparat terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Seorang pria misterius yang menenteng senjata laras panjang dilaporkan melakukan intimidasi serta pemerasan terhadap sejumlah pedagang kecil. Pelaku diduga mencatut institusi Polri untuk melancarkan aksinya.

Peristiwa ini pertama kali mencuat pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku mendatangi lapak pedagang dengan gestur mengancam, mengklaim diri sebagai anggota Polres, kemudian meminta sejumlah uang secara paksa.

Kronologi Intimidasi di Kalideres

Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, kehadiran pria tersebut menciptakan atmosfer ketakutan. Senjata laras panjang yang dibawa secara terbuka menjadi alat utama untuk menekan para korban agar menyerahkan uang.

“Dia mengaku anggota polisi dari Polres, namun perilakunya sangat meresahkan. Pedagang dimintai uang,” ungkap seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Kamis (26/3/2026).

Tidak berhenti di situ, pelaku kembali menampakkan diri pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Kali ini, ia tertangkap basah berusaha membobol pintu sebuah warung milik warga. Aksi tersebut gagal setelah seorang warga setempat memberikan teguran keras, hingga pelaku akhirnya pergi meninggalkan lokasi.

Desakan Tindakan Tegas Kapolda Metro Jaya

Kejadian ini memicu reaksi keras dari kalangan praktisi hukum. Identitas asli pelaku, apakah merupakan oknum anggota aktif atau warga sipil yang menyamar (polisi gadungan), menjadi desakan utama yang harus segera diungkap oleh pihak berwajib.

Rinto SH, seorang praktisi hukum, menegaskan bahwa insiden ini merupakan tamparan bagi citra kepolisian jika tidak segera ditangani secara transparan.

“Jika terbukti itu adalah oknum, Kapolda Metro Jaya harus segera mengambil tindakan tegas. Jangan sampai perilaku individu mencoreng nama baik institusi di mata masyarakat,” tegas Rinto saat diwawancarai awak media.

Keamanan Lingkungan Menjadi Prioritas

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pria tersebut maupun legalitas senjata yang dibawanya. Warga Kalideres berharap patroli wilayah ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Ketidakpastian status pelaku menimbulkan kekhawatiran kolektif akan potensi bahaya penggunaan senjata api di ruang publik. Masyarakat menanti langkah cepat Polres Metro Jakarta Barat untuk meringkus pelaku dan memberikan kepastian hukum.