JAKARTA – Pemerintah secara resmi merilis data realisasi anggaran untuk salah satu program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga akhir Maret 2026, total penyerapan anggaran untuk program ini telah mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp44 triliun.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen besar pemerintah dalam mempercepat pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh pelosok Indonesia. Tingginya realisasi anggaran dalam satu kuartal pertama tahun ini didorong oleh perluasan jangkauan distribusi serta kesiapan infrastruktur dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Anggaran sebesar Rp44 triliun tersebut dialokasikan untuk pengadaan bahan baku pangan lokal, operasional dapur, hingga distribusi makanan siap saji. Program ini juga tercatat memberikan efek domino bagi ekonomi kerakyatan melalui pelibatan ribuan UMKM dan koperasi sebagai pemasok bahan makanan.

Meski realisasi berjalan cepat, pemerintah menekankan pentingnya pengawasan ketat agar anggaran yang besar ini tepat sasaran dan tetap mengedepankan kualitas nutrisi yang diberikan kepada penerima manfaat.

Ke depannya, pemerintah optimis bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya akan menurunkan angka stunting, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi di tingkat desa melalui skema pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dengan petani serta peternak lokal.