SERANG – Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 (KMS’ 30) dan Untirta Movement Community (UMC) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Gubernur Banten pada Senin (4/5/2026). Aksi ini bertujuan untuk mendesak pemerintah daerah segera mengatasi ketimpangan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di wilayah Banten.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai bentuk protes simbolis, mulai dari berdandan ala guru dengan tulisan gaji “Rp300 ribu” di dada, hingga membawa properti menyerupai “raport pendidikan Banten” yang memberikan nilai merah (D) untuk indikator pemerataan pendidikan dan kesejahteraan guru.

Kesenjangan Mencolok Wilayah Utara dan Selatan

Koordinator Umum KMS’ 30, Bento, memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang menunjukkan jurang pemisah kualitas pembangunan manusia yang sangat lebar di Banten. Meskipun menjadi penyangga ibu kota, wilayah selatan Banten dinilai masih tertinggal jauh.

Data perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan angka berikut:

  • Kota Tangerang Selatan: Mencatatkan angka IPM tertinggi sebesar 84,81.

  • Kabupaten Lebak: Hanya berada pada angka 69,24.

Selain IPM, rata-rata lama sekolah di Banten juga menjadi sorotan karena hanya mencapai 9,56 tahun atau setara tingkat SMP. Angka ini bahkan lebih rendah di Kabupaten Pandeglang (7,5 tahun) dan Kabupaten Lebak (6,78 tahun), yang menunjukkan banyak warga di wilayah tersebut belum memenuhi standar wajib belajar sembilan tahun.

Kritik Terhadap Program Sekolah Gratis

Presidium UMC, Ridwan Nugroho, menyoroti bahwa Program Sekolah Gratis yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Banten belum mampu menyentuh akar masalah. Ia menilai hambatan fundamental seperti biaya transportasi, fasilitas yang tidak setara, hingga beban ekonomi keluarga tetap menjadi faktor utama anak-anak putus sekolah.

Berdasarkan data BPS 2025, Angka Partisipasi Sekolah (APS) terus menurun pada jenjang yang lebih tinggi:

  • Usia 16–18 tahun: APS mencapai 73,84 persen.

  • Usia 19–23 tahun: APS merosot tajam hingga 24,45 persen.

Tuntutan Kesejahteraan Guru

Mahasiswa juga menuntut perbaikan kesejahteraan bagi guru honorer yang selama ini menghadapi ketidakpastian kerja dan gaji minim. Ridwan menekankan bahwa kualitas pendidikan mustahil meningkat tanpa adanya jaminan kualitas hidup bagi para pendidiknya.

Komunitas Soedirman 30 dan UMC mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk segera melakukan evaluasi kebijakan, memastikan pemerataan infrastruktur pendidikan yang berkeadilan, dan menjauhkan kebijakan pendidikan dari sekadar program populis demi mencegah krisis sumber daya manusia di masa depan. (RED/POL)