
JAKARTA – Gangguan listrik massal melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada hari ini, mengakibatkan berbagai layanan publik vital mengalami lumpuh total, termasuk operasional transportasi modern MRT Jakarta. Insiden ini memicu reaksi keras dari mantan Sekretaris Kabinet yang juga tokoh publik, Pramono Anung.
Padamnya aliran listrik ini dilaporkan terjadi secara tiba-tiba, yang menyebabkan kereta MRT berhenti di tengah jalur dan memaksa evakuasi penumpang sesuai prosedur keamanan. Selain transportasi, aktivitas perkantoran dan ekonomi di pusat ibu kota juga terdampak signifikan.
Menanggapi kejadian tersebut, Pramono Anung memberikan peringatan tegas kepada PT PLN (Persero). Ia menekankan bahwa sebagai penyedia layanan tunggal, PLN seharusnya memiliki sistem mitigasi dan backup yang lebih andal untuk menjaga kestabilan energi di jantung pemerintahan dan ekonomi Indonesia.
“Ini masalah serius, Jakarta adalah pusat segalanya. PLN harus bertanggung jawab dan melakukan evaluasi total. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali karena sangat merugikan masyarakat dan mengganggu citra layanan publik kita,” tegas Pramono.
Pihak PLN sendiri saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mencari penyebab pasti gangguan pada sistem kelistrikan tersebut. Meski beberapa wilayah mulai pulih secara bertahap, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama proses normalisasi jaringan berlangsung.

Kejadian ini menjadi sorotan tajam terkait ketahanan infrastruktur energi nasional, terutama di tengah ketergantungan masyarakat perkotaan terhadap layanan transportasi berbasis listrik seperti KRL dan MRT.









Tinggalkan Balasan