BREBES – Proyek pembangunan jembatan vital yang menghubungkan wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes di Kecamatan Sirampog resmi dihentikan (disetop). Keputusan pahit ini diambil menyusul keterlambatan pengerjaan yang terus molor melampaui tenggat waktu yang disepakati.

Langkah tegas pemerintah menghentikan proyek ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan akses utama bagi warga di pelosok Sirampog dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini seharusnya menjadi solusi bagi aksesibilitas warga. Namun, fakta di lapangan menunjukkan progres yang jauh dari kata memuaskan. Ketidakmampuan kontraktor dalam memenuhi target progres bulanan menjadi alasan utama di balik penghentian paksa ini.

Pemerintah setempat melalui dinas terkait kabarnya telah melayangkan surat peringatan berkali-kali, namun respons dari pihak pelaksana proyek dinilai lamban. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana proses lelang dan pengawasan dilakukan sejak awal?

“Ini bukan sekadar soal angka di atas kertas, tapi soal mobilitas warga yang lumpuh. Kalau disetop sekarang, lalu siapa yang mau tanggung jawab?” keluh salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Penghentian proyek ini diprediksi akan menimbulkan efek domino yang merugikan masyarakat:

  • Ekonomi Terhambat: Distribusi hasil bumi dari Sirampog ke wilayah Tegal terganggu.

  • Akses Pendidikan & Kesehatan: Anak sekolah dan warga yang membutuhkan layanan medis harus mencari jalan memutar yang jauh lebih lama.

  • Anggaran Terbuang: Proyek yang mangkrak berisiko mengalami kerusakan pada struktur yang sudah ada akibat cuaca, sehingga membutuhkan biaya rehabilitasi lebih besar di masa depan.

Ketegasan pemerintah untuk memutus kontrak (PHK) terhadap pelaksana proyek adalah langkah administratif yang berani, namun belum cukup. Publik mendesak adanya transparansi mengenai sanksi denda hingga blacklist bagi perusahaan yang gagal menyelesaikan kewajibannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait kendala teknis maupun finansial yang menyebabkan proyek ini terhenti di tengah jalan.