
TANGERANG – Innalillahi wa innailaihi roji’un. Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam di Kabupaten Tangerang. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hudha, KH Ali Shobari, dikabarkan tutup usia pada Rabu (4/3/2026) pukul 15.00 WIB.
Tokoh ulama asal Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler tersebut mengembuskan napas terakhir di RSUD Balaraja setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih satu bulan akibat penyakit yang dideritanya.
Sosok Pengayom Masyarakat
Almarhum KH Ali Shobari dikenal luas sebagai sosok yang ramah, bijaksana, dan penuh dedikasi dalam menyebarkan ilmu agama. Tak hanya fokus membina para santri di pesantren, beliau juga menjadi rujukan dan pembimbing spiritual bagi warga Desa Kedung dan sekitarnya.
Kepala Desa Kedung, Saadullah, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, sosok yang akrab disapa Abah Haji Shobari ini adalah teladan nyata bagi warga.
“Abah Haji Shobari adalah panutan yang selalu menebar kebaikan dan ilmu. Kepergiannya meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi kita semua,” ujar Saadullah.
Meninggalkan Warisan Ilmu
KH Ali Shobari meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, yakni:

-
H. Manarul Hidayat
-
Hj. Durotunnasihah
-
Sorojul Millah
Kepergian almarhum memicu gelombang doa dari para santri dan masyarakat luas. Mereka berharap amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Nurul Hudha seiring dengan kedatangan para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok guru dan inspirator di wilayah Gunung Kaler tersebut. (pwgk)









Tinggalkan Balasan