JAKARTA – Pemerintah memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Guna mengantisipasi lonjakan pengguna mobil listrik, infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini telah terintegrasi di sepanjang koridor utama Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama PT PLN (Persero) memastikan bahwa ketersediaan daya dan persebaran titik pengisian telah dihitung berdasarkan proyeksi beban kendaraan yang melintas. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi pemudik sekaligus mendorong adopsi transportasi ramah lingkungan secara berkelanjutan.

Integrasi Infrastruktur di Koridor Utama

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencatat, sedikitnya 63 unit SPKLU telah beroperasi di sepanjang ruas tol Trans Jawa. Titik-titik ini mencakup wilayah strategis dari ujung barat di Merak hingga probolinggo di Jawa Timur. Sementara itu, di koridor Trans Sumatra, sebanyak 34 titik SPKLU telah disiagakan untuk melayani pemudik dari Pelabuhan Bakauheni hingga wilayah utara di Binjai.

“Penyediaan fasilitas ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari mitigasi nasional untuk memastikan tidak ada kendala teknis bagi pengguna EV di tengah kepadatan arus lalu lintas,” ungkap pernyataan resmi otoritas terkait.

Salah satu fokus utama penguatan tahun ini berada di Rest Area KM 319B Tol Pemalang-Batang. Area ini diproyeksikan menjadi hub pengisian daya utama dengan dukungan teknologi Ultra Fast Charging, yang mampu memangkas durasi pengisian baterai secara signifikan bagi kendaraan yang mendukung.

Pemetaan Lokasi Strategis SPKLU

Berikut adalah klasifikasi wilayah persebaran SPKLU untuk memudahkan perencanaan perjalanan Anda:

Ruas Tol Trans Jawa

Pemerintah membagi zona pengisian daya menjadi beberapa klaster untuk menghindari penumpukan di satu titik:

  • Klaster Barat (Jakarta-Cirebon): Tersedia di Tol Jakarta-Cikampek (KM 19, KM 39, KM 57) dan Tol Cipali (KM 102A, KM 101B, KM 166A).

  • Klaster Tengah (Cirebon-Semarang): Terfokus pada ruas Tol Pejagan-Pemalang (KM 252A, KM 260B) serta Tol Pemalang-Batang (KM 319B, KM 338A).

  • Klaster Timur (Semarang-Surabaya): Tersebar di Tol Solo-Ngawi (KM 519, KM 575) hingga Tol Ngawi-Kertosono (KM 597, KM 626).

Ruas Tol Trans Sumatra

Akses pengisian daya di Sumatra difokuskan pada ruas-ruas utama yang memiliki volume kendaraan tinggi:

  • Lampung – Palembang: Penempatan intensif di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (KM 20, 49, 87, 116) dan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (KM 163A, 208A, 277A).

  • Sumatra Utara – Riau: Tersedia di Tol Indrapura-Kisaran (KM 118, KM 145) serta Tol Pekanbaru-Dumai (KM 45A, KM 65B).

Manajemen Perjalanan bagi Pemudik

Guna menjaga kenyamanan bersama, para pengguna mobil listrik diimbau untuk mengedepankan efisiensi dalam pengisian daya. Penggunaan aplikasi navigasi pengisian daya dan pemantauan sisa baterai secara berkala menjadi kunci utama kesuksesan mudik jarak jauh.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan pengecekan saldo pada aplikasi pengisian terkait serta memastikan kesehatan baterai kendaraan sebelum melakukan perjalanan lintas provinsi. Dengan kesiapan infrastruktur yang lebih matang, Mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi tonggak baru dalam mobilitas modern di Indonesia.