PATI – Pelarian Ashari (51), pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, akhirnya berakhir. Tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati tersebut berhasil diringkus Satreskrim Polresta Pati di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis (7/5/2026).

Sebelum penangkapan ini, Ashari sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan berpindah-pindah kota di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Barat guna menghindari kejaran petugas.

Peran “Otak” Pelarian Terungkap

Selain mengamankan tersangka utama, pihak kepolisian juga mengamankan seorang pria bernama Kuswandi. Polisi menduga kuat bahwa Kuswandi berperan sebagai pembantu sekaligus otak di balik pelarian Ashari selama masa persembunyiannya.

Dalam rekaman video penangkapan yang beredar, tampak Kuswandi mengenakan kaus putih saat diamankan petugas. Polresta Pati telah mengonfirmasi penahanan terhadap yang bersangkutan untuk pendalaman lebih lanjut.

  • Status Tersangka Utama: Ashari kini mendekam di tahanan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan kekerasan seksual massal terhadap santriwati.

  • Pendalaman Peran Pembantu: Polisi tengah menyelidiki sejauh mana keterlibatan Kuswandi dalam menyembunyikan dan membantu pelarian tersangka utama.

  • Kasus Terus Berkembang: Penyidikan saat ini masih terus berkembang seiring dengan pengumpulan bukti-bukti baru terkait kasus di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Fokus Penyidikan dan Keadilan Korban

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan mengingat skala korban yang dilaporkan mencapai puluhan santriwati. Penangkapan ini diharapkan dapat membuka tabir fakta hukum yang lebih luas guna menjamin keadilan bagi para korban di bawah umur.

Hingga saat ini, pihak Polresta Pati masih mendalami seluruh informasi guna memastikan semua pihak yang terlibat dalam kasus maupun upaya penyembunyian tersangka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (RED/KRIM)