JAKARTA – Momentum mudik Lebaran 1447 Hijriah menjadi angin segar bagi para penyedia jasa panggul barang atau porter di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Lonjakan volume penumpang kereta api yang membawa banyak barang bawaan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan harian mereka secara signifikan.

Sejak memasuki puncak arus mudik hingga masa arus balik saat ini, kesibukan di area peron dan pintu masuk stasiun terlihat sangat padat. Para porter berbaju oranye tampak tangkas membantu pemudik mengangkut koper serta kardus besar menuju gerbong kereta.

Peningkatan Pendapatan di Musim Lebaran

Bagi para porter, periode lebaran merupakan waktu yang paling dinanti dalam setahun. Dibandingkan hari biasa, jumlah pengguna jasa meningkat hingga berkali-kali lipat. Kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Slamet (45), salah seorang porter yang telah bekerja belasan tahun di Stasiun Pasar Senen, mengungkapkan rasa syukurnya atas keramaian tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk pulang kampung sangat terasa dan memberikan dampak positif bagi ekonominya.

“Alhamdulillah, tahun ini penumpang sangat ramai. Pendapatan meningkat drastis jika dibandingkan hari-hari biasa. Kami bisa membawa pulang hasil yang cukup untuk anak istri,” ujar Slamet saat ditemui di sela kesibukannya, Sabtu (28/3/2026).

Pelayanan Prima di Tengah Kepadatan

Meski beban kerja bertambah berat karena banyaknya barang bawaan penumpang, para porter tetap mengutamakan keramahan serta keamanan barang milik pengguna jasa. Kerja keras mereka menjadi bagian tidak terpisahkan dari kelancaran operasional transportasi kereta api selama masa angkutan lebaran.

Pihak stasiun senantiasa melakukan pembinaan bagi para porter agar tertib dalam menawarkan jasa kepada penumpang. Hal ini dilakukan guna menjaga kenyamanan seluruh pemudik yang memadati area stasiun selama masa puncak arus balik berlangsung.

Harapan bagi Keberlangsungan Jasa Porter

Kehadiran porter dirasa sangat membantu, terutama bagi pemudik lansia, ibu membawa anak, maupun rombongan keluarga dengan barang bawaan berlebih. Jasa mereka menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan fasilitas angkut barang mandiri di lingkungan stasiun yang padat.

Berkah mudik tahun ini menjadi bukti bahwa sektor jasa transportasi skala kecil mampu merasakan dampak ekonomi secara langsung dari tingginya mobilitas penduduk. Para porter berharap tren positif ini terus berlanjut pada momen-momen libur besar lainnya di masa depan.