oleh

Sinergi PLN dan Kemenimipas: Olah Limbah FABA PLTU Lontar, WBP Lapas Tangerang Produksi Paving Block Berkualitas

banner 468x60

TANGERANG – Pemanfaatan limbah operasional pembangkit listrik kini melampaui batas pelestarian lingkungan. Melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektoral, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Lontar kini menjadi tumpuan harapan baru bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Tangerang melalui inisiatif bertajuk Program Jawara Beton.

Program ini ditinjau langsung oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan pada Rabu (12/02/2026). Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian warga binaan melalui industri berbasis ekonomi sirkular.

banner 336x280

Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa FABA yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara di PLTU memiliki karakteristik material yang unik. Fly Ash bertindak serupa semen sebagai pengikat, sementara Bottom Ash memiliki tekstur seperti pasir.

“Pemanfaatan FABA ini bukan sekadar upaya pengelolaan limbah, tetapi menciptakan efisiensi nyata. Produk konstruksi yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi namun dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah,” ujar Darmawan saat meninjau area produksi di dalam Lapas.

Baca Juga  Demo PMII di Depan Gedung DPR Berujung Ricuh, Massa Kejar Aparat Akibat Pemadaman Api

Saat ini, lebih dari 60 warga binaan terlibat aktif dalam memproduksi berbagai material bangunan, mulai dari paving block, batako, hingga kanstin. Semua produk tersebut telah melalui uji kuat tekan untuk memastikan standar mutunya terjaga.

Bekal Kemandirian Pasca-Bebas

Bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Program Jawara Beton adalah manifestasi dari pembinaan produktif. Menteri Agus Andrianto memberikan apresiasi tinggi atas peran PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar yang memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.

“Ini adalah bekal keterampilan nyata. Kami ingin ketika mereka (WBP) kembali ke masyarakat, mereka memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi saat ini,” tegas Agus.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan melihat potensi besar produk Jawara Beton untuk mendukung infrastruktur di wilayah pesisir. Menurutnya, batako dan paving hasil olahan FABA ini dapat didistribusikan untuk pembangunan desa-desa nelayan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Gandeng Nagita Slavina Jadi Wajah Baru, Merek Teh Taiwan Teazzi Indonesia Hadapi Seruan Boikot

Komitmen Ekonomi Sirkular Berkelanjutan

Program yang telah berjalan selama hampir dua tahun ini terus mengalami peningkatan, baik dari segi fasilitas maupun diversifikasi produk. Keberhasilan di Lapas Kelas I Tangerang diharapkan menjadi percontohan bagi unit pemasyarakatan lainnya di Indonesia.

Dengan membangun rantai pasok yang kuat, PLN Group berupaya memastikan bahwa hasil karya warga binaan ini tidak hanya berhenti di tahap produksi, tetapi juga terserap oleh pasar konstruksi nasional dan proyek-proyek pemerintah.

Langkah ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, limbah industri yang semula dianggap sebagai beban, dapat bertransformasi menjadi solusi pembangunan sekaligus katalisator perubahan hidup bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *