JAKARTA – Persija Jakarta secara mengejutkan memberikan kejutan besar di bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini resmi mengamankan jasa bek sayap muda berbakat, Fajar Fathurrahman.

Pemain yang dikenal sebagai pahlawan SEA Games tersebut resmi dikontrak selama 3,5 musim. Menariknya, kepindahan Fajar ke Jakarta bukan sekadar transfer pemain biasa, melainkan bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput di Jawa Barat.

Fajar Fathurrahman merupakan alumni murni dari Sekolah Sepak Bola (SSB) ASAD Purwakarta. Lembaga ini merupakan program pembinaan total yang digagas oleh Dedi Mulyadi (KDM) semasa ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Dalam perbincangan terbaru di kanal YouTube KDM yang diunggah Jumat (16/1/2026), Fajar mengenang masa-masa sulitnya saat baru merintis karier.

“Saya alumni ASAD. Dulu sekolah di SMAN 1 Campaka Purwakarta, lulus tahun 2020,” ungkap Fajar saat bertemu dengan sosok yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Keberhasilan Fajar menembus salah satu klub terbesar di Indonesia ini menjadi validasi atas visi Dedi Mulyadi dalam membangun ASAD. Berbeda dengan sekolah bola pada umumnya, ASAD mengintegrasikan latihan profesional dengan pendidikan karakter dan agama.

“Latihan sepak bolanya serius, sekolahnya jalan, makan diatur, tinggal di asrama dekat Stadion Purnawarman. Belajar, latihan, mengaji, semua satu tempat,” jelas KDM.

Nama Fajar sendiri mulai menjadi buah bibir nasional setelah tampil impresif bersama Timnas Indonesia. Ia tidak hanya menyumbangkan medali emas di ajang SEA Games, tetapi juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak (top skor) dengan torehan lima gol.

Bergabung dengan Persija Jakarta di usia 23 tahun dianggap Fajar sebagai tantangan hidup yang baru. Ia menegaskan tidak akan sekadar mengejar nilai kontrak, melainkan fokus pada kontribusi di lapangan.

“Saya ingin bermain sesuai karakter saya, disiplin, konsisten, dan berjuang tanpa lelah. Insyaallah siap membantu tim dan tahun ini bisa juara,” tegas Fajar.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi memberikan pesan mendalam kepada “anak didiknya” tersebut agar tetap membumi dan memikirkan masa depan setelah gantung sepatu. KDM juga menaruh harapan besar agar Fajar bisa menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di Piala Dunia, sesuai dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto.

Keputusan Persija Jakarta mengontrak Fajar dengan durasi panjang (3,5 musim) menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap konsistensi sang pemain. Dengan fleksibilitasnya di sisi sayap, Fajar diprediksi akan menjadi amunisi vital bagi pelatih Persija dalam perburuan gelar juara musim ini.