
TEHERAN – Saluran televisi pemerintah Iran (IRIB) dikabarkan mengalami insiden peretasan yang mengejutkan publik pada awal Maret 2026. Dalam siaran yang sedang berlangsung, tiba-tiba muncul cuplikan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Insiden ini menambah panjang deretan serangan siber yang menyasar infrastruktur media pemerintah di Teheran. Berdasarkan laporan yang dihimpun, gangguan tersebut memotong program berita reguler dan menggantinya dengan pesan-pesan politik yang kontroversial.
Kronologi Peretasan Siaran
Peristiwa bermula saat pemirsa sedang menyaksikan siaran berita malam. Tanpa peringatan, layar televisi mengalami gangguan teknis sejenak sebelum akhirnya menampilkan wajah Donald Trump yang sedang berpidato mengenai kebijakan luar negeri terhadap Timur Tengah.
Tak lama kemudian, layar juga menampilkan cuplikan pernyataan Benjamin Netanyahu. Aksi peretasan ini diduga dilakukan oleh kelompok aktivis siber yang menentang kebijakan pemerintah Iran, meskipun hingga kini belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Respons Otoritas Iran
Pihak berwenang di Teheran segera memutus transmisi siaran setelah menyadari adanya gangguan ilegal. Hingga berita ini diturunkan, teknisi dari IRIB tengah melakukan investigasi mendalam untuk melacak titik lemah yang berhasil ditembus oleh peretas.

“Kami sedang menyelidiki sumber serangan ini. Ini adalah bentuk provokasi siber yang direncanakan untuk mengganggu stabilitas informasi di dalam negeri,” ujar salah satu pejabat komunikasi Iran dalam keterangan singkatnya.
Ketegangan Geopolitik di Dunia Maya
Serangan siber terhadap stasiun televisi nasional bukan pertama kalinya terjadi di Iran. Namun, kemunculan sosok Trump dan Netanyahu dalam satu bingkai siaran yang diretas dianggap sebagai pesan simbolis yang kuat di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa perang asimetris melalui jalur digital kini semakin canggih dan mampu menyasar sistem penyiaran yang seharusnya memiliki protokol keamanan berlapis.









Tinggalkan Balasan